Palembang — Keseriusan menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palembang terus ditunjukkan oleh pemerintah setempat. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mendampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau kesiapan posko-posko bencana di berbagai kecamatan pada Senin (7/9).
Dalam peninjauan tersebut, Ratu Dewa memaparkan perkembangan terkini kondisi Karhutla di wilayahnya. Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 297 titik api memicu kebakaran lahan seluas 253 hektare. Seluruh area terdampak dipastikan berupa lahan tanah mineral, bukan kawasan tanah gambut.
”Laporan terbaru mencatat adanya 10 titik api. Sejak tadi malam, 30 unit armada Pemadam Kebakaran kota Palembang telah dikerahkan ke lokasi,” ungkap Ratu Dewa di Posko Karhutla Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL).
Untuk mengoptimalkan pemadaman, Pemkot Palembang menyiagakan petugas di titik-titik rawan secara merata di seluruh kecamatan. Langkah ini diambil agar personel dapat menjangkau lokasi kebakaran dengan cepat, dengan target waktu tanggap (response time) maksimal 5 menit dari laporan diterima.
Berdasarkan pemetaan wilayah, terdapat tiga kecamatan dengan sebaran titik Karhutla terbanyak:
- Kecamatan Sematang Borang (wilayah dengan kasus tertinggi)
- Kecamatan Alang-Alang Lebar
- Kecamatan Ilir Barat Satu
Wali Kota Palembang turut mengapresiasi dukungan sinergis dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Selain penanganan pemadaman api, Pemkot Palembang secara berkala terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel untuk mengantisipasi dampak kualitas udara dan risiko kesehatan masyarakat.









