BANYUASIN – Upaya pencarian terhadap Toni bin Tiwan (64), nelayan yang tenggelam di perairan Sungsang Alang Perapat, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berakhir duka.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 07.55 WIB. Jasad Toni ditemukan mengapung sekitar 3 nautical mile (NM) dari titik awal dirinya dilaporkan tenggelam.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk dibawa ke rumah duka.
“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Raymond.
Pencarian terhadap Toni dilakukan setelah dirinya dilaporkan tenggelam saat sedang mencari kepiting pada Sabtu (12/9/2026) sore.
“Saat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, Toni bersama seorang rekannya berada di atas perahu untuk menebar jaring kepiting di perairan Sungsang. Namun, saat tengah menebar jaring, korban tiba-tiba mengalami kram,”kata dia.
Korban kemudian terjatuh dari perahu dan tenggelam ke dalam perairan.
Informasi mengenai kejadian tersebut baru diterima Kantor SAR Palembang pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
“Operasi SAR melibatkan personel Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, nelayan hingga masyarakat setempat. Tim menyisir sejumlah area perairan di sekitar lokasi kejadian dengan memperluas pencarian dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,”kata dia.
Setelah pencarian dilakukan hingga Senin pagi, keberadaan korban akhirnya ditemukan. Jasad Toni ditemukan mengapung sekitar 3 NM dari lokasi awal kejadian.
Dengan ditemukannya korban dan proses evakuasi serta penyerahan kepada keluarga telah dilakukan, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kantor SAR Palembang kembali mengingatkan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di perairan untuk mengutamakan keselamatan. Penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dinilai penting, terutama ketika melakukan aktivitas di tengah perairan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi cuaca dan arus sebelum melaut serta tidak memaksakan diri beraktivitas apabila kondisi perairan dinilai tidak aman.









