PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendapat stimulan bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) senilai sekitar Rp30 miliar dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diberikan kepada daerah yang terdampak karhutla melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut)
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan petunjuk teknis (juknis) pemanfaatan anggaran tersebut baru diterima pemerintah daerah. Juknis itu disusun bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan menjadi acuan penggunaan bantuan penanganan karhutla.
“Jadi ada stimulan dari Menteri Kehutanan, yang juknisnya dibuat bersama-sama dengan Kemendagri. Sudah turun juknisnya,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, Sumsel menjadi salah satu daerah yang mendapatkan stimulan karena memiliki wilayah yang terdampak karhutla. Anggaran tersebut nantinya akan dimanfaatkan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Jadi daerah-daerah terpapar karhutla ada stimulan bantuan Presiden melalui Menteri Kehutanan. Itu kalau tidak salah, Rp30 miliar untuk Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.
Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel terlebih dahulu akan mempelajari juknis tersebut sebelum menentukan penggunaan anggaran.
“Kita akan memanfaatkan sesuai juknis, juknis yang baru turun semalam. Dikirim langsung oleh Pak Mendagri. Nanti kita cek dulu bagaimana caranya,” jelasnya.
Selain stimulan anggaran, bantuan yang dijanjikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk Sumsel juga sudah datang.
Herman Deru menyebut bantuan tersebut berupa kendaraan roda dua, ekskavator, sumur bor, hingga pompa. Sebagian bantuan bahkan disebut sudah mulai diturunkan melalui Kodam.
“Motor dan itu sebagian sudah diturunkan melalui Kodam, jadi boleh dicek di Pangdam. Ekskavator, jadi boleh dicek di depan, sebagian sudah turun di Kodam,” ungkapnya.
Bantuan tersebut menjadi tambahan dukungan peralatan bagi daerah dalam menghadapi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel.
Herman Deru menyebut jumlah bantuan yang disiapkan pemerintah pusat antara lain 100 unit motor, 500 unit sumur bor, serta 500 unit pompa. Untuk ekskavator, bantuan juga disebut telah mulai diturunkan.
“Motor kan 20 unit, motor 100 unit, sumur bor 500 unit, pompa 500 unit. Alhamdulillah, itu sebagian kemarin sudah diinformasikan melalui Kodam, karena Mabes TNI kemarin kan yang ngurus itu,” katanya.









