Menu

Mode Gelap

News

Palembang Bertaruh Lawan Asap: Ratu Dewa Beberkan Data Karhutla dan Kekeringan di Depan Menko Polkam

badge-check


Palembang Bertaruh Lawan Asap: Ratu Dewa Beberkan Data Karhutla dan Kekeringan di Depan Menko Polkam Perbesar

Palembang – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kertapati, Jumat (18/9/2026).

Kunjungan kerja yang didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa ini bertujuan memantapkan koordinasi lintas sektor dalam mengendalikan kebakaran lahan dan ancaman asap di Sumatera Selatan.

​Dalam arahannya, Menko Polkam menegaskan pentingnya pemusatan personel dan peralatan di lokasi yang membutuhkan pemadaman cepat.

“Penanganan Karhutla harus terukur dengan memusatkan kekuatan pada wilayah berpotensi kebakaran tinggi,” tegas Djamari.

Ia memproyeksikan bahwa kebakaran di kawasan tetangga seperti Ogan Ilir memberi dampak langsung pada kualitas udara Palembang, sehingga strategi pemetaan titik rawan menjadi krusial.

​Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa tren titik panas di Sumatera Selatan mulai menunjukkan penurunan, tetapi tidak boleh mengendurkan pengawasan.

“Kewaspadaan tetap harus tinggi karena angka kejadian masih cukup besar dan berpotensi memicu kebakaran luas,” ungkapnya.

​Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan secara rinci dampak Karhutla dan kekeringan yang melanda wilayahnya.

“Hingga 17 September 2026, Palembang mencatat 406 kejadian kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 254,23 hektare,” terang Ratu Dewa.

Ia menambahkan bahwa Kecamatan Kertapati (64 kejadian) dan Gandus (60 kejadian) menjadi kawasan paling rawan, dengan titik berulang terbanyak berada di Jalan Tanjung Barangan hingga 14 kali kejadian.

​Dampak Krisis Udara dan Kekeringan
​Udara Berbahaya: Pemantauan kualitas udara menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang menembus angka 302 (status berbahaya).

​Lonjakan ISPA: Kasus harian Infeksi Saluran Pernapasan Akut mencapai 752 kasus, mendominasi kelompok usia 19–59 tahun.
​Krisis Air dan Pertanian: Dampak kekeringan melanda 720 KK di Kelurahan Sukajaya serta mengancam 407 hektare lahan sawah di Kelurahan Pulokerto.

​Langkah Penanganan Pemkot Palembang
​Pendidikan: Menerbitkan Surat Edaran No. 63/2026 untuk mengalihkan kegiatan belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ISPU melebihi 200.

​Kesehatan: Mengaktifkan 61 posko kesehatan di 42 puskesmas serta mendistribusikan 55.400 masker kepada warga.

​Bantuan Air & Damkar: Perumda Tirta Musi menyiagakan mobil tangki dan titik hidran khusus, mendukung 232 personel pemadam di 10 posko siaga.

​Pengamanan Lingkungan: Menggerakkan 1.605 personel Satlinmas dalam program Jaga Kampung untuk mengantisipasi pembakaran liar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dipicu Cekcok dan Perselisihan Warisan, Anak di Banyuasin Tega Gorok Leher Ayah Kandung

17 September 2026 - 21:10 WIB

Viral Ibu di Palembang Tega Tampar dan Cekik Anak saat Menyuapi Makan, Polisi Lakukan Penyelidikan

17 September 2026 - 21:05 WIB

Musim Kemarau Tiba, PT BPP Kelola Cadangan Air untuk Tekan Risiko Karhutla

17 September 2026 - 08:48 WIB

Penyaluran BBM di Makassar dan Sekitarnya Berjalan Kondusif

16 September 2026 - 14:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Berbagi Wawasan Energi Bersama Mahasiswa ITS di Pertamina Goes To Campus 2026

16 September 2026 - 14:30 WIB

Trending di News