Menu

Mode Gelap

News

Pemadaman Karhutla di Sumsel Habiskan 5,4 Juta Liter Air

badge-check


Pemadaman Karhutla di Sumsel Habiskan 5,4 Juta Liter Air Perbesar

Dalam sepekan, operasi pengeboman air dengan menggunakan helikopter water bombing guna mengatasi kebakaran lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Sumatera Selatan sudah menghabiskan sebanyak 5,4 juta liter air.

“Untuk water bombing di Sumsel dalam sepekan ini, kita sudah memakai 5.468.000 liter air,” ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Ansori di Palembang, Senin (26/8).

Dia menjelaskan, sepekan itu sejak 19 Agustus sampai 25 Agustus 2019. Saat memadamkan kebakaran lahan selama sepekan itu, kata dia, dari beberapa helikopter water bombing yang dikerahkan sudah melakukan bombing sebanyak 1.367 kali di area lahan terbakar yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Dari beberapa lahan terbakar yang dibantu padamkan dari udara dengan water bombing, air paling banyak yang dipakai untuk bombing dilakukan di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin,” ucap Ansori.

Sementara untuk hotspot (titik panas) di Sumatera Selatan, lanjut dia, berdasarkan catatan dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan) mencapai 1.530 titik yang tersebar di 17 kabupaten dan kota. Jumlah titik panas itu merupakan data yang terkumpul sejak awal Januari hingga Agustus 2019. “Berdasarkan citra satelit, jumlah titik panas hingga Agustus ini tercatat 1.530 titik. Dari jumlah itu, sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkap dia.

Dia menambahkan, untuk luas kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, hingga Agustus 2019 mencapai sekitar 1.693 hektare dari 236 kali kebakaran lahan di wilayahnya. Dari jumlah itu, kebakaran lahan terparah terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin dengan lahan 1.062,274 hektare yang terbakar. “Dari 1.693 hektare lahan yang terbakar itu, paling banyak di Muba seluas mencapai lebih dari seribu hektare,” ucap Ansori.

Selanjutnya, kata dia, Kabupaten Ogan Ilir seluas 329,03 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) seluas 146 hektare, OKI seluas 84,5 hektare, Banyuasin seluas 44,25 hektare, Musi Rawas 14,5 hektare, Muara Enim 5 hektare, Pagar Alam 3 hektare, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terdapat 2 hektare, Lahat 2 hektare, dan Lubuk Linggau 0,5 hektare.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Tegaskan PAN sebagai Mitra Strategis Pembangunan Sumsel

1 Mei 2026 - 20:39 WIB

Tabrakan Maut di Tol Palindra, Tiga Penumpang Pickup Tewas

1 Mei 2026 - 19:47 WIB

Patra Niaga Dukung Debut Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika 2026

1 Mei 2026 - 16:09 WIB

Gubernur Sumsel Tampung Aspirasi Buruh, Janji Solusi Tanpa Ganggu Investasi

1 Mei 2026 - 14:15 WIB

Lady Rara Bakal Meriahkan Malam Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel

1 Mei 2026 - 13:55 WIB

Trending di News