Menu ✖

Mode Gelap

News

5 Fakta Riwayat Penyakit BJ Habibie Sebelum Meninggal

badge-check


5 Fakta Riwayat Penyakit BJ Habibie Sebelum Meninggal Perbesar

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9/2019) malam. Ia meninggal karena sakit yang dideritanya dan dirawat intensif sejak 1 September 2019.

1. Ditangani 44 dokter

Sebelum berpulang, Habibie ditangani 44 dokter yang tergabung dalam tim dokter kepresidenan. Mereka adalah para dokter spesialis dari berbagai bidang, dari ahli jantung hingga otak.

Pada 2014, Habibie dirawat di rumah sakit RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum dipindahkan, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Borromeus, di Kota Bandung.

2. Sempat kelelahan

Diduga, Habibie kelelahan. Sehari sebelum dirawat, Habibie menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Kalla di Kompleks Parlemen, Jakarta.

3. Infeksi bakteri
Pada 2016, Habibie kembali dirawat di RSPAD. Saat itu, Habibie didiagnosa mengalami infeksi bakteri.
Akibatnya, suhu tubuh Habibie sempat mengalami demam selama beberapa hari.

Dua tahun setelahnya, yakni pada 2018, Habibie kembali menjalani perawatan karena kondisinya menurun. Saat itu, dikabarkan ia kelelahan setelah melakukan kegiatan di berbagai kota di Indonesia.

4. Bocor klep jantung
Di tahun yang sama, ia juga sempat dirawat di Jerman karena mengalami kebocoran klep jantung. Akibat kebocoran itu, terjadi penumpukan air pada paru-paru hingga 1,5 liter. Hal ini membuatnya sulit bernafas. Tekanan darah Habibie, saat itu, juga meningkat sampai 180 ke atas.

Presiden Joko Widodo pun mengutus Tim Dokter Kepresidenan ke Jerman untuk memantau kesehatan Habibie.

5. Dirawat intensi sejak 1 September
Kali ini, Habibie kembali dirawat intensif di RSPAD Gatot Soebroto. sejak 1 September 2019.
Ketua TDK dr Azis Rani sempat menyatakan bahwa Habibie tengah berada dalam pengawasan ketat dan harus banyak istirahat.

“Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komperehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi,” kata dr Azis Rani, hingga akhirnya meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumsel Diprediksi Masuki Musim Hujan November Mendatang

17 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Pertamina Patra Niaga Dukung Arahan Gubernur Bali Terapkan Ganjil Genap Pengisian BBM Mulai 17 Oktober 2026

16 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Gubernur Sumsel Telepon Menhut agar Dry Ice Tak Dihentikan

16 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Dry Ice Diharapkan Buka Jalan OMC dan Water Bombing di Sumsel

16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan Pertalite untuk Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Trending di News