BRG dan Bukalapak Berikan Pelatihan Pemasaran Online

0

Urban ID - class="p1">Badan Restorasi Gambut (BRG) merealisasikan kerja samanya dengan Bukalapak melalui program pelatihan online untuk meningkatkan daya jual dan pemasaran produk gambut dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di sejumlah pedesaan yang merupakan Desa Peduli Gambut binaan BRG.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan online ini dilaksanakan pada 22 dan 24 Juli 2020 dengan target peserta berasal dari kelompok masyarakat terpilih di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Riau.

Lanjutan kerja sama antara BRG dan Bukalapak yang telah disepakati pada akhir 2019 lalu itu dilakukan untuk mempercepat pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat di desa-desa yang didampingi dalam program Desa Peduli Gambut (DPG) di area target restorasi gambut.

“Masyarakat DPG telah berhasil menciptakan produk-produk khas gambut yang memiliki nilai jual tinggi, seperti usaha kopi liberika di Sumatera Selatan, atau produksi makanan rumahan di Riau. Adanya kerja sama dengan Bukalapak bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk memasarkan produk-produk ini secara digital, membuka akses para pengrajin kepada pasar yang lebih luas,” ujar Myrna A Safitri, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG.

Dalam kesempatan ini, para UMKM/BumDes DPG binaan BRG diberikan pelatihan dalam berjualan online yang dilaksanakan dua sesi pada 22 Juli 2020 dan 24 Juli 2020. Pelatihan sesi pertama pada

22 Juli 2020, peserta pelatihan mendapatkan modul pertama membahas tentang: overview atau pemahaman dasar tentang marketplace dan Bukalapak, tutorial dan praktik membuat akun dan verifikasi akun bukalapak, dan tutorial dan praktik foto produk. Pelatihan sesi kedua pada 24 Juli 2020 akan membahas tentang: tutorial upload produk, tutorial penamaan dan deskripsi produk, tutorial proses pesanan, pengenalan manajemen kurir, dan pengenalan keamanan dasar Bukalapak.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menyatakan, “Program Pengembangan Pemasaran Produk Desa yang bekerja sama dengan BRG merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mewujudkan misi Bukalapak, yaitu menciptakan kesetaraan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia lewat optimalisasi teknologi. Kami berharap pelatihan bersama Pelapak Jawara ini bermanfaat bagi para petani Desa Peduli Gambut binaan BRG. Tujuan kami, para petani mendapatkan pengetahuan untuk mengembangkan produknya dan memperoleh akses pasar yang lebih luas terutama kepada konsumen Bukalapak, yang selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.”

 

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan setiap kelompok UMKM/BumDes yang maksimal terdiri lima orang dan ditunjuk melalui beberapa kriteria: Kelompok masyarakat yang telah memiliki produk siap dipasarkan, baik itu produk olahan makanan atau produk kerajinan. Untuk produk olahan makanan, diutamakan memiliki Sertifikat Produksi Pangan–Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Suratman, anggota Kelompok Masyarakat (PokMas) yang membentuk BumDes Gading Makmur Informasi untuk usaha kopi liberika dan tahu sari murni menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Pelatihan yang dilakukan oleh BRG bersama Bukalapak ini menjadi ajang yang sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama untuk Desa Air Gading, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan sebagai sarana pengenalan dan penjualan produk asli Desa Air Gading, salah satunya kopi liberika karena kopi liberika hampir punah. Semoga dalam pelatihan ini kami berharap produk kami bisa dikenal sampai di luar desa bahkan sampai ke seluruh Indonesia serta bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” ujar Suratma.

Program DPG merupakan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat desa mengenai upaya restorasi gambut. Melalui program DPG diharapkan masyarakat desa dapat berkontribusi langsung dalam restorasi gambut sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dan gairah ekonomi lokal. Program DPG juga memberikan pelatihan pengelolaan ekosistem gambut secara alami dan tanpa bakar serta pemberian nilai tambah pada produk pangan dan kerajinan yang dihasilkan petani dan UMKM/BumDes yang dikelola kelompok masyarakat desa.

“BRG percaya bahwa desa merupakan ujung tombak dari upaya restorasi ekosistem gambut Indonesia yang rusak. Maka dari itu, pendampingan, pelatihan dan pemenuhan potensi masyarakat desa gambut untuk dapat mandiri menghasilkan produk bernilai ekonomi serta mengelola ekosistem gambut secara bertanggung jawab merupakan fokus kerja BRG saat ini,” tutup Myrna.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here