Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mencari solusi untuk mengurai truk bertonase menuju Pelabuhan Boom Baru.
Hal ini ditekankan melalui audiensi antara Wali Kota Palembang dan general Manager PT Pelabuhan Indonesia persero Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, pada Senin, 5 Januari 2026 di Kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang.
Dalam pertemuan tersebut membahas rencana pemanfaatan aset milik PT Pelindo seluas kurang lebih 200 hektare yang terletak di Sungai Lais, Palembang.
Ratu Dewa mengatakan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mengelola aset strategis untuk kepentingan pembangunan kota.
Ia menyampaikan bahwa saat ini aset tersebut tengah dalam tahap penyusunan feasibility study (FS) sebagai dasar perencanaan pemanfaatan lahan.
“Tadi saya sudah minta untuk dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kota, baik itu dengan Dinas Perhubungan maupun Dinas PUPR,” ujar Ratu Dewa.
Kemudian Ratu Dewa juga menyoroti urgensi pembukaan akses menuju kawasan Sungai Lais, sebab kondisi jalan yang memadai penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
“Yang penting buat kita adalah membuka akses ke sana, sehingga tidak terjadi lagi kemacetan mobil-mobil bertonase besar yang masuk ke Bom Baru,” tambahnya.
Lanjutnya Ratu Dewa juga mengusulkan pembangunan jalan lingkar timur sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan.
“Jika dilakukan pembuatan jalan lingkar timur, tingkat kemacetan bisa berkurang. Dan itu bisa menjadi solusi,” kata Ratu Dewa.
Dalam audiensi tersebut juga mengungkap bahwa ada beberapa investor yang menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan Sungai Lais. Hal tersebut menjadi peluang besar untuk pengembangan kawasan tersebut.
“Kata GM-nya tadi juga, sudah ada beberapa investor yang melirik untuk pembangunan wilayah tersebut, khususnya di pelataran kawasan Sungai Lais,” pungkas Ratu Dewa.













