Palembang – Cuaca cerah yang mendominasi wilayah Sumatera Selatan dalam sepekan ke depan membawa dua sisi berbeda. Di satu sisi mendukung aktivitas masyarakat, namun di sisi lain menjadi sinyal meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumsel akan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada periode 1-7 Juni 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan tren penurunan curah hujan yang mulai terjadi di sejumlah daerah.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan secara umum wilayah Sumsel masih berpeluang diguyur hujan ringan, namun hanya terjadi di beberapa daerah tertentu.
“Sebagian besar wilayah Sumsel diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah selama sepekan ke depan. Ini menunjukkan adanya kecenderungan penurunan curah hujan dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Menurut BMKG, pada periode 1 hingga 4 Juni, hujan ringan berpotensi terjadi di Musi Rawas Utara, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan Ogan Komering Ilir (OKI).
“Sementara pada 5 hingga 7 Juni, peluang hujan diperkirakan bergeser ke wilayah OKU Selatan, Muara Enim, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, serta Musi Rawas, ” kata dia.
Meski masih terdapat potensi hujan, intensitas yang relatif rendah membuat masyarakat diminta tidak lengah. Pasalnya, kondisi cuaca yang semakin kering dapat memicu peningkatan jumlah titik panas atau hotspot yang menjadi indikator awal kebakaran hutan dan lahan.
“Peringatan tersebut menjadi penting mengingat dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Sumsel telah melaporkan kejadian karhutla yang menghanguskan lebih dari 10 hektare lahan. Kondisi ini menunjukkan risiko kebakaran mulai meningkat seiring berkurangnya curah hujan, “kata dia.
BMKG menjelaskan bahwa pola cuaca saat ini dipengaruhi dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Selain itu, adanya belokan angin di sekitar wilayah ekuator turut memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah daerah Sumsel.
“Walaupun cuaca cenderung cerah, masyarakat tetap diimbau mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Potensi hujan lokal, angin kencang sesaat, maupun kejadian hidrometeorologi lainnya masih dapat terjadi di beberapa wilayah, ” kata dia.
Selain itu, warga dan pelaku usaha perkebunan diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Langkah pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menghindari meluasnya kebakaran saat memasuki periode musim kemarau.









