Menu

Mode Gelap

News

Di Sumsel 12 Perusahaan Tandah Batubara Ilegal Ditutup

badge-check


Di Sumsel 12 Perusahaan Tandah Batubara Ilegal Ditutup Perbesar

Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan telah menutup 12 perusahaan penadah batu bara ilegal yang berada di Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin. Perusahaan tersebut terbukti menampung batu bara yang diperoleh dari penambangan ilegal di kawasan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan, Robert Heri mengatakan keputusan untuk menutup penadah batu bara ilegal ini agar dapat menghentikan aktivitas penambangan liar yang masih banyak terjadi.

Menurutnya, jika hanya menutup aktivitas penambangan di hulunya tidak akan efektif, sebab berdasarkan pengalaman selama ini setelah dilakukan penutupan di lokasi penambangan, maka keesokan harinya tambang tersebut akan kembali beroperasi. Begitu seterusnya.
“Tapi jika penadahnya yang ditutup maka mereka pun tidak bisa menjual batu bara itu lagi,” katanya.

Saat ini, kata dia, dengan ditutupnya penadah batu bara ilegal di Sumsel, para penambang liar tersebut kini mulai beralih membawa hasil tambangnya ke kawasan Lampung, dan Jawa menggunakan truk, Berdasarakan hasil investigasi oleh tim, sebelum sampai ke Pelabuhan Panjang, Lampung, di tengah perjalanan ada perusahaan yang menampung hasil batu bara ilegal dari Sumsel tersebut.
“Aktivitas penambangan batu bara ilegal ini menyebabkan kerugian hingga Rp 432 miliar per tahun dari 8 titik tambang liar. Untuk itu, segala upaya kami lakukan agar kegiatan ini bisa diselesaikan,” katanya.
Untuk itu, kini Pemprov Sumsel sudah bekerjasama dengan Lampung dan sejumlah pihak seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Panjang, Lampung dan Pelindo II Pelabuhan Bakauheni untuk tidak mengizinkan angkutan batu bara yang tidak membawa dokumen resmi, seperti SRPP yang memuat batubara itu berasal dari tambang yang legal

“Kalau tidak ada dokumen, truk itu ditindak dan kapal jangan diberangkatkan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, sudah membuat surat kepada KPK mengenai jika di jalan raya masih ada cara-cara tertentu menyelundupkan batu bara, maka pelabuhan lah yang harus dijaga.

“KPK sudah ke Pelindo dan KSOP di Lampung, untuk menitikberatkan legal atau tidak legalnya batu bara yang diangkut kesana. Selain itu, kita harapkan juga kepolisian dapat menindak aktivitas penambangan ilegal tersebut,” katanya. (jrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkot Palembang Gelar Padel Championship Wali Kota Cup 2026

22 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Pertamina Peduli Salurkan Bantuan bagi 534 Penyintas Gempa di Kecamatan Palue, NTT

22 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Apresiasi Gerakan Bersih Sungai, Ratu Dewa Dorong Kesadaran Lingkungan Generasi Muda

22 Agustus 2026 - 18:55 WIB

XL7 Terbaru Mulai Mengaspal di Sumsel, 36 Unit Sudah Dipesan dalam 23 Hari

22 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Dari Anyaman Lokal, Agrominafiber Menembus Pasar Global*

21 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Trending di News