Dua Calon Sapi Kurban Jokowi di Palembang Lakukan Cek Kesehatan

0
Salah satu calon sapi kurban Jokowi diperiksa kesehatannya (Dok. Urban Id)

Urban ID - Balai Pembibitan Ternak Unggul – Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) berserta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatra Selatan memeriksa kesehatan dua calon hewan kurban Presiden Joko Widodo di kota Palembang.

Dua sapi yang akan menjadi hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang akan jatuh pada tanggal 31 Juli 2020 yakni
berjenis Sapi Simental dan Sapi Limosin dengan berat di atas satu ton.

“Belum ada keputusan pemerintah pusat akan memili sapi yang mana tapi sudah ada dua jenis sapi yang rencananya akan di pilih salah satunya,” ujar Kasi Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Iskandar, Senin (13/7).

Dalam pemeriksaan hewan pun melakukan pengukuran suhu tubuh sapi menggunakan Thermal Gun. Hal itu dilakukan guna memastikan sapi tidak sakit. Dalam pemeriksaan dua sapi kandidat bersuhu tubuh 38,5 atau rata-rata suhu normal sapi.

“Sapi diperiksa performanya, pernapasan juga, cara jalannya, dan kondisi fesesnya untuk memastikan sapi tidak cacingan,” tegas dia.

Untuk itu, pihaknya rutin memeriksa sapi tersebut agar nantinya ketika pemerintah memutuskan membeli salah satunya, sapi sudah dalam keadaan prima.

“Kami cek bagaimana pemberian pakan, obat cacing, agar sapi bapak Presiden bagus tidak sakit. Selama ini kami periksa kondisinya sapi sehat,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik peternakan sapi, Idil Fitriansyah (32) mengatakan jika kedua sapi yang akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo, untuk tahun ini berbeda jenis dari yang tahun lalu dibeli yang sebelumnya dipilih oleh orang nomor satu di Indonesia yakni jenis peranakan Ongole (PO) asli India.

“Untuk harga sama saja bagi ketiga jenis, kita masih jual diharga Rp85 juta. Untuk keduanya lebih besar dari sapi tahun lalu. Sapi Simental beratnya 1,169 ton sedangkan Limosin 1,168 ton,” jelas dia.

Saat ini sapi Limosin yang akan dikurbankan saat ini ini usianya empat tahun sedangkan sapi Simental berusia lima tahun. Menurutnya, kedua sapi tersebut dagingnya memiliki tekstur yang empuk.

“Kalau daging lebih padat dan empuk dibanding sapi Bali yang banyak serat dan sapi lokal yang kejal dagingnya,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here