Menu ✖

Mode Gelap

News

Efek Libur Sekolah, Harga Telur Ayam di Sumsel Tertekan hingga Rp23 Ribu per Kg

badge-check


Ilustrasi telur. Foto : Pixabay Perbesar

Ilustrasi telur. Foto : Pixabay

PALEMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhenti sementara selama libur sekolah berdampak langsung pada anjloknya harga telur ayam di Sumatera Selatan. Berkurangnya penyerapan membuat stok telur menumpuk di tingkat peternak hingga harga jual merosot jauh di bawah harga acuan pemerintah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, mengungkapkan program MBG selama ini menyerap sekitar 140 ton telur ayam setiap pekan. Namun, sejak sekolah memasuki masa libur, permintaan tersebut praktis terhenti, sementara produksi tetap berjalan normal.

“Permintaan untuk MBG sekitar 140 ton per minggu. Karena sekolah libur, program MBG juga berhenti sementara sehingga stok telur menumpuk,” ujar Ruzuan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat keseimbangan antara produksi dan permintaan terganggu. Apalagi sejak program MBG diluncurkan, banyak peternak meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan telur yang terus bertambah.

Ia menjelaskan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain yang menjadi pemasok telur untuk program MBG.

“Dengan adanya MBG, produksi telur meningkat karena banyak peternak melihat peluang usaha. Sekarang produksinya tetap tinggi, tetapi penyerapannya turun karena sekolah libur. Akibatnya harga ikut terkoreksi,” katanya.

Harga telur yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram kini terus mengalami penurunan hingga menyentuh Rp23 ribu per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah harga acuan pemerintah yang dipatok sebesar Rp30 ribu per kilogram.

“Turunnya bertahap, dari Rp29 ribu, kemudian Rp27 ribu, Rp25 ribu, hingga sekarang sekitar Rp23 ribu per kilogram,” jelasnya.

Meski harga turun cukup tajam, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel mengaku belum menerima laporan atau keluhan dari peternak. Pemerintah juga memastikan distribusi jagung subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tetap berjalan guna membantu menekan biaya produksi.

Ruzuan optimistis kondisi pasar akan kembali normal setelah aktivitas belajar mengajar dimulai kembali dan program MBG kembali berjalan.

“Kami berharap setelah sekolah masuk dan MBG kembali dilaksanakan, permintaan meningkat sehingga harga telur kembali stabil,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sanksi Patsus Dinilai Terlalu Ringan, Oknum Polisi Susila di PALI Akhirnya Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jamin Pangan ASUH dan Dukung Program MBG, Pemkot Palembang Perketat Sertifikasi Halal serta Higiene Sanitasi

12 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Bukan Sekadar Tegas, Pemkot Palembang Gandeng APH Dorong Penegakan Hukum Berwajah Humanis

12 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Ultimatum 125 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Palembang Desak Herman Deru Mundur

12 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal, Hadirkan Official Merchandise Produk UMKM di Booth MyPertamina

11 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Trending di News