Menu

Mode Gelap

News

Festival Generasi Islam Kreatif, Wako Palembang Tekankan Karakter dan Literasi Digital

badge-check

Festival Generasi Islami Kreatif (FGIK) 2026 se-Kota Palembang menjadi panggung pembinaan generasi muda Muslim yang tidak hanya religius, tetapi juga siap menghadapi era digital. Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Modern Terpadu Nurul Qomar, Senin, 26 Januari 2026 dibuka langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa,

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa tantangan generasi Islam ke depan tidak cukup dijawab dengan penguatan aspek spiritual semata. Menurutnya, karakter yang kuat dan literasi digital harus berjalan beriringan agar generasi muda mampu menjaga nilai moral di tengah perubahan zaman yang cepat.

“Generasi Islami hari ini harus berkarakter, berakhlak, dan memiliki kecakapan digital. Pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan itu semua,” ujar Ratu Dewa.

Ia menilai pesantren saat ini dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati diri keislaman. Santri, kata dia, perlu dibekali kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI).

Ratu Dewa menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, melainkan pemahaman etika dan tanggung jawab dalam ruang digital. Santri diharapkan mampu menjadi produsen konten positif yang membawa pesan dakwah, edukasi, dan nilai-nilai kebajikan.

“Santri jangan hanya menjadi penonton di dunia digital. Mereka harus hadir sebagai pembawa pesan kebaikan dan pencerahan,” tegasnya.

Selain menyoroti literasi digital, Ratu Dewa juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembentukan generasi Islam kreatif. Nilai-nilai akhlakul karimah, kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika sosial dinilai harus ditanamkan sejak dini dan diperkuat melalui sistem pendidikan pesantren.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wali Kota Palembang juga meresmikan gedung Taman Kanak-kanak (TK) di lingkungan Ponpes Nurul Qomar. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan sejak usia dini sebagai dasar pembentukan karakter generasi masa depan.

Ratu Dewa turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam pembinaan generasi muda, termasuk dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Menurutnya, penguatan literasi keislaman harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya lembaga pendidikan keagamaan.

Sementara itu, Festival Generasi Islami Kreatif 2026 diisi dengan berbagai perlombaan dan penampilan santri di bidang seni, dakwah, literasi, hingga kreativitas digital. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pembinaan mental kompetitif yang sehat.

Melalui festival ini, Pemerintah Kota Palembang berharap pesantren dapat terus melahirkan generasi Islam yang berkarakter kuat, melek digital, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Generasi Islami yang kuat karakternya dan cerdas secara digital akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Palembang sebagai kota yang religius dan maju,” pungkas Ratu Dewa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Ajak Lansia Terus Berkontribusi bagi Pembangunan

28 Januari 2026 - 07:51 WIB

Mantan Wali Kota Palembang Bantah Terima Suap Rp 750 Juta di Kasus Korupsi Pasar Cinde, Sebut Sosok Ini yang Bertanggung Jawab

27 Januari 2026 - 21:05 WIB

Festival Perahu Bidar Palembang Masuk Top 125 Event Nasional KEN 2026

27 Januari 2026 - 19:51 WIB

Cegah Balap Liar, Palembang Bakal Adakan Drag Race Resmi untuk Salurkan Hobi Anak Muda

27 Januari 2026 - 19:40 WIB

Di Hadapan Hakim, Eks Wali Kota Palembang Bersumpah Tak Terima Aliran Dana Kasus Pasar Cinde

27 Januari 2026 - 19:00 WIB

Trending di News