Menu

Mode Gelap

News

60 Persen Kapal Tak Beroperasi, DPR Kritik Infrastruktur Dermaga Pelabuhan Merak Jelang Mudik Lebaran

badge-check


Suasana Pelabuhan Merak. Foto : Istimewa Perbesar

Suasana Pelabuhan Merak. Foto : Istimewa

Cilegon — Keterbatasan dermaga di Pelabuhan Merak kembali menjadi sorotan menjelang musim mudik Lebaran. Meski puluhan kapal telah disiapkan untuk melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, sebagian besar kapal tersebut tidak dapat dioperasikan secara maksimal karena minimnya fasilitas sandar.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, menilai kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang terus berulang setiap musim libur panjang, khususnya saat arus mudik Lebaran.

Menurutnya, saat ini tersedia sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi optimal karena keterbatasan dermaga yang tersedia.

“Dari total 72 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Artinya lebih dari 60 persen kapal tidak dapat dioperasikan meski dalam kondisi siap dan layak berlayar,” ujarnya saat meninjau kawasan pelabuhan di Cilegon, Banten, Kamis (12/3/2026).

Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia menilai kondisi tersebut ironis. Di satu sisi antrean kendaraan logistik dan penumpang sering kali memanjang, tetapi di sisi lain banyak kapal justru tidak dapat dimanfaatkan.

Ia menjelaskan, setiap dermaga rata-rata hanya mampu melayani sekitar empat kapal secara bergantian. Akibatnya, puluhan kapal lain harus menunggu giliran atau bahkan tidak beroperasi sama sekali.

Situasi ini, menurutnya, menjadi salah satu penyebab utama kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalur menuju pelabuhan, terutama saat puncak arus mudik dan libur tahun baru.

Bambang menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret dengan menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari tujuh dermaga yang ada saat ini, ia mengusulkan setidaknya tiga dermaga tambahan agar kapasitas pelayanan dapat meningkat.

Dengan penambahan tersebut, sekitar 12 kapal tambahan dapat beroperasi secara bersamaan sehingga kapasitas angkut penyeberangan dapat meningkat hingga sekitar 50 persen.

“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Ini akan sangat membantu mengurangi antrean kendaraan yang hendak menyeberang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa permintaan angkutan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni terus meningkat setiap tahun, terutama untuk kebutuhan distribusi logistik yang diperkirakan tumbuh sekitar 10 hingga 12 persen per tahun.

Jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, Bambang khawatir kapasitas layanan penyeberangan di masa mendatang tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi barang antar pulau.

Menurutnya, solusi utama bukan menambah jumlah kapal, melainkan memperluas infrastruktur pelabuhan agar kapal yang sudah tersedia dapat dioperasikan secara maksimal.

“Jika dermaga tidak ditambah, kapal hanya akan semakin banyak yang menganggur. Padahal kebutuhan transportasi terus meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan dermaga baru menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus transportasi, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional yang sangat bergantung pada jalur penyeberangan Merak–Bakauheni.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hasil RDP Komisi II DPR RI-Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Putuskan Cabut HGU PT Melania

21 Mei 2026 - 19:13 WIB

Pemprov Sumsel Kirim Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pagar Gunung

21 Mei 2026 - 16:17 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

21 Mei 2026 - 16:03 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

21 Mei 2026 - 15:59 WIB

Tengah Malam, Dua Gajah Liar Masuk Permukiman Warga Air Sugihan OKI

21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Trending di News