Palembang — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan perkotaan melalui sinergi strategis bersama dunia perguruan tinggi.
Langkah ini dipastikan lewat silaturahmi sekaligus penajaman nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Palembang dan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa kemitraan ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu sektor pendidikan, pengabdian masyarakat, serta penelitian dan pengembangan SDM.
”Kami ingin universitas dan akademisi ikut berkolaborasi melakukan riset langsung di lapangan. Hasil kajian UMP nanti kita jadikan dasar untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota,” ujar Ratu Dewa.
Di bidang pendidikan, Ratu Dewa mematok standar baru guna meningkatkan mutu pengajaran di tingkat dasar dan menengah. Pihaknya mewajibkan seluruh jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palembang memiliki minimal satu tenaga pendidik berijazah Strata 2 (S-2).
Selain itu, ia membeberkan kondisi kualifikasi pendidikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang yang masih perlu didorong.
”Saat ini kita memiliki sekitar 22.000 ASN dan pegawai honorer, tetapi yang berpendidikan Strata 3 (S-3) baru 11 orang. Melalui kerja sama dengan UMP ini, saya mendorong para pegawai untuk memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister maupun Doktoral,” jelasnya.
Sinergi Pemkot Palembang dan UMP juga merambah sektor kesehatan masyarakat. Ratu Dewa menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pembentukan Fakultas Kedokteran di UMP, yang dinilai sejalan dengan visi pelayanan kesehatan daerah.
”Kami menargetkan setiap Puskesmas di Palembang nantinya terpenuhi oleh minimal satu dokter spesialis. Kehadiran Fakultas Kedokteran UMP tentu akan menjadi angin segar untuk mempercepat pemenuhan target tersebut,” tegas Ratu Dewa.
Guna memastikan implementasi di lapangan berjalan cepat, Ratu Dewa meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk segera menindaklanjuti poin-poin kesepakatan ini menjadi program kerja nyata.









