Menu ✖

Mode Gelap

News

Gubernur Sumsel Sebut Kabut Asap di Palembang Mulai Menipis

badge-check


Gubernur Sumsel Sebut Kabut Asap di Palembang Mulai Menipis Perbesar

PALEMBANG – Kabut asap yang beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Palembang mulai berkurang pada Senin (28/9/2026). Kondisi tersebut terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan perubahan kondisi asap dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk arah angin dan proses pemadaman di titik-titik karhutla.

Menurutnya, asap yang muncul setelah proses pemadaman juga dapat terjadi ketika bara panas terkena air.

“Kita pakai ilustrasi sederhana saja. Kemarin sempat naik asap luar biasa. Bara panas disiram air kan bsss (menimbulkan asap), saya tidak mengerti bahasa ilmiahnya tapi itu salah satu penyebabnya,” ujar Deru, Senin (28/9/2026).

Deru mengatakan kondisi udara di Palembang pada Senin terlihat lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. Salah satu faktornya adalah arah angin yang tidak membawa asap menuju wilayah perkotaan.

“Tapi hari ini agak berkurang lagi asapnya karena anginnya tidak bertiup ke sini,” jelasnya.

Meski asap mulai menipis, kondisi tersebut belum berarti karhutla di Sumsel telah selesai. Titik panas masih ditemukan di sejumlah wilayah sehingga potensi asap kembali masuk ke Palembang tetap ada.

Berdasarkan data terakhir yang diterima Deru, konsentrasi hotspot masih banyak ditemukan di Ogan Ilir (OI) dan sebagian wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).

“Kalau kita lihat data terakhir di aplikasi yang terbanyak ada di Kabupaten Ogan Ilir dan sebagian di Ogan Komering Ilir,” katanya.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait masih melakukan penanganan untuk mengurangi titik panas. Operasi dilakukan melalui pengerahan personel di darat maupun dukungan operasi dari udara.

“Pemerintah kabupaten terus berupaya untuk menekan hotspot itu baik dengan pasukan daratnya dan pangkalan udara dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)-nya,” ungkap Deru.

Selain pemadaman langsung, pemerintah juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Deru menyebut upaya OMC telah dilakukan puluhan kali sebagai bagian dari penanganan karhutla di Sumsel.

“Sudah ada 60 kali OMC itu diupayakan,” katanya.

Namun, penanganan karhutla menurut Deru tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pencegahan dan pengendalian kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk masyarakat.

“Karena kita sebagai warga Sumsel dan semua komponen terus berusaha, baik dalam bentuk imbauan maupun aksi nyata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Sumsel Pastikan Dana Karhutla Rp30 Miliar Tak Dipakai untuk Honor Pejabat

28 September 2026 - 18:45 WIB

ISPA di Palembang Tembus 12 Ribu Kasus di September 2026

28 September 2026 - 15:29 WIB

Kanal Mengering, Water Bombing Tak Maksimal: Pemadaman Karhutla Sumsel Makin Berat

28 September 2026 - 15:27 WIB

Gandeng UMP, Ratu Dewa Kejar Target Tiap Sekolah Berguru S-2 dan Puskesmas Berdokter Spesialis

28 September 2026 - 12:10 WIB

Lantik Pengurus FUUU Bersama UAS, Ratu Dewa Ajak Warga Palembang Resapi Teladan Rasulullah

28 September 2026 - 12:07 WIB

Trending di News