PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta evaluasi teknis penyemaian dry ice diperkuat untuk memastikan dampaknya terhadap penurunan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyiapkan data perbandingan kondisi udara sebelum dan sesudah operasi.
Permintaan tersebut disampaikan Deru setelah melihat kondisi cuaca dan jarak pandang di Palembang yang dinilai mulai membaik. Menurutnya, teknologi yang tengah diuji sebagai proyek percontohan itu perlu dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Deru mengaku telah menelepon Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk meminta agar penyemaian dry ice tidak dihentikan. Pendanaan kegiatan tersebut berasal dari Kementerian Kehutanan.
“Ini kan pendanaannya dari Kementerian Kehutanan. Maksudnya, jangan terputus dry ice ini karena sudah menampakkan hasil. Apalagi ini pilot project, maka jangan berhenti,” kata Deru saat diwawancarai di Griya Agung, Jumat (16/10/2026).
Setelah berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan, Deru menyebut penyemaian dry ice dipastikan kembali dilanjutkan pada Jumat. Ia berharap upaya tersebut dapat membantu mengurangi kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di Kota Palembang.
“Alhamdulillah, dry ice itu ada hasilnya. Lihat saja, pagi ini agak cerah. Jarak pandang juga sudah bertambah,” ujarnya.
Minta Pembuktian Teknis Dampak Dry Ice
Meski menilai kondisi di lapangan mulai membaik, Deru tidak ingin evaluasi hanya didasarkan pada pengamatan visual. Ia meminta data teknis untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penyemaian dilakukan.
“Saya sedang meminta kepada Danlanud dan BPBD, before-after-nya, secara teknis bagaimana dampaknya,” jelasnya.
Data tersebut diperlukan untuk melihat perubahan kondisi udara dan jarak pandang setelah operasi, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menentukan kelanjutan penanganan kabut asap menggunakan teknologi tersebut.
Penyemaian dry ice sendiri masih berada dalam tahap uji coba. Karena itu, perubahan kondisi cuaca dan kualitas udara setelah operasi perlu dianalisis lebih lanjut sebelum dampaknya dapat dipastikan.
Deru berharap keberlanjutan operasi yang didukung evaluasi teknis dapat membantu memperbaiki kualitas udara di Sumsel. Pemerintah juga mengharapkan hasil pengujian ini menjadi bahan pertimbangan untuk penanganan kabut asap pada periode berikutnya.
Bagi masyarakat yang terdampak kabut asap, perbaikan jarak pandang menjadi perkembangan yang diharapkan. Namun, kepastian mengenai efektivitas dry ice tetap membutuhkan data pembanding agar perubahan yang terjadi tidak serta-merta dianggap sebagai dampak langsung penyemaian.









