Menu

Mode Gelap

News

Idul Adha Bukan Sekadar Kurban, Ini Amalan Sunnah yang Dianjurkan Umat Muslim

badge-check


Ribuan warga yang mengikuti pelaksanaan salat id di Palembang, Rabu (5/6) Foto: abp/Urban Id. Perbesar

Ribuan warga yang mengikuti pelaksanaan salat id di Palembang, Rabu (5/6) Foto: abp/Urban Id.

Palembang – Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Namun, ibadah pada 10 Dzulhijjah tidak hanya sebatas kurban semata. Umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah mulai dari takbir, salat Id berjamaah hingga puasa Arafah sebelum Idul Adha.

Ustadz Abdurrahman Abdurrahman menjelaskan esensi utama Idul Adha memang terletak pada ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT.

Ia mengutip hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dari Aisyah RA yang menyebut tidak ada amalan pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.

“Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah no. 3126 dan Tirmidiz no. 1493. Hadits ini adalah hadits yang dho’if kata Syaikh Al Albani)

Meski demikian, ia menegaskan umat Muslim yang belum mampu berkurban tetap memiliki kesempatan meraih keutamaan Idul Adha melalui berbagai ibadah sunnah lainnya.

Salah satunya yakni melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah dan mendengarkan khutbah. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik.

Menurutnya, memperbanyak takbir merupakan sunnah yang dicontohkan para sahabat Nabi seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah.

Tak hanya itu, menjelang Idul Adha umat Muslim juga dianjurkan menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Keutamaan puasa tersebut sangat besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Hal itu berdasarkan hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang diriwayatkan Imam Muslim.

“Puasa satu hari Arafah (9 Dzulhijjah), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Dan puasa hari ‘Asyura’ (10 Muharram), saya berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162).

Selain ibadah utama tersebut, terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan Salat Idul Adha. Di antaranya mandi sunnah, memakai parfum, mengenakan pakaian terbaik, dan tidak makan sebelum menunaikan salat Id.

Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum salat, pada Idul Adha umat Muslim disunnahkan menahan makan hingga selesai salat dan penyembelihan kurban.

Ustadz Abdurrahman juga menyampaikan perempuan dan anak-anak dianjurkan ikut menghadiri pelaksanaan Salat Idul Adha untuk meramaikan syiar Islam meski sebagian perempuan yang berhalangan tidak ikut melaksanakan salat.

Momentum Idul Adha, lanjutnya, bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi waktu memperkuat ketakwaan, memperbanyak dzikir serta mempererat kepedulian sosial kepada sesama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buron 4 Bulan, Remaja Pembuat Video Asusila Anak di OKU Diringkus Polisi

25 Mei 2026 - 19:10 WIB

Pertamina Retail Perkuat Kesiapsiagaan Pekerja melalui Simulasi PKD

25 Mei 2026 - 18:49 WIB

Modus Kerja ke Thailand Berakhir di Kamboja, 60 Warga Sumsel Dipulangkan Sepanjang 2026

25 Mei 2026 - 15:00 WIB

Pertamina Drilling dan Schlumberger Geophysics Nusantara Jalin Kerja Sama Strategis

25 Mei 2026 - 14:59 WIB

Suhu Panas Arab Saudi Ancam Kesehatan Jemaah, Tiga Haji Asal Sumsel Meninggal

25 Mei 2026 - 14:52 WIB

Trending di News