Menu

Mode Gelap

News

Jam Digital Masjid di Unsri Diretas Kalimat Kampanye Jelang Khutbah

badge-check


Jam Digital Masjid di Unsri Diretas Kalimat Kampanye Jelang Khutbah Perbesar

Jam digital Masjid Al Ghazali yang berada di lingkungan Universitas Sriwijaya (Unsri), Inderalaya Ogan Ilir (OI) mendadak menjadi perbincangan di sejumlah grup whatsapp dan media sosial di Sumatera Selatan (Sumsel).

Tulisan bernada kampanye ‘Sholat No.1 Presiden No.2’ ini muncul setelah masuk waktu pelaksanaan Sholat Jum’at. Akibatnya Unsri dianggap mendukung salah satu Pasangan Calon (Paselon) Presiden.

Pasca kejadian Wakil Rektor Unsri M Zulkarnain akhirnya mengklarifikasi kejadian tak terduga ini. Pihaknya langsung menurunkan jam digital ini, dan tidak digunakan sebelum Pilpres usai.

“Ini ulah orang yang tak bertanggung jawab, sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kami harus menjaga netralitas,” katanya, Jumat (22/3).

Pihaknya menduga, jam digital tersebut diduga diretas dengan aplikasi melalui wifi pada saat khutbah berlangsung pada Jumat (15/3) lalu dan foto pun viral di grup-grup whatsapp dan media sosial baru-baru ini.

Dia mengatakan, masjid apalagi berada di dalam kampus tidak boleh mendukung salah satu paslon apalagi kampanye. “Kami tidak bisa menuduh siapa pun karena, itu dilakukan melalui jaringan wifi dan terjadi lewat program aplikasi,” katanya.

Pihaknya pun telah meminta komitmen Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) agar tidak ada kejadian serupa. “Kami menyayangkan, kami berharal tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” katanya.

Terkait pemeriksaan Bawaslu atau bantuan kepolisian, pihaknya mengaku belum ada perintah Rektor Unsri. Namun pihaknya menginginkan agar semua pihak dapat netal dan tidak mengulanginya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Ustaz Nurhasan mengaku bahwa running teks jam digital tersebut muncul dengan tulisan seperti pengumuman kemudian diakhiri tulisan ‘Sholat No.1, Presiden No.2′ pada saat khutbah berlangsung.

“Jemaah sempat berbisik-bisik namun tidak terlalu heboh karena sedang mendengarkan khutbah, tulisan itu berlangsung hingga 20 menit, setelah itu mati otomatis dan jalan lagi 20 menit,”terangnya.

Pihaknya mengaku, peristiwa ini diluar kontrol karena menjelang salat Jumat tidak terjadi. Baru kemudian setelah azan dan dilanjutkan khutbah barulah muncul lagi. (enno)
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bermula dari Cekcok di Sekolah, Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Siswa SD di Palembang Dilaporkan ke Polisi

4 Juni 2026 - 13:38 WIB

Antrean Solar Kembali Jadi Sorotan, Herman Deru Sebut Pasokan dan Permintaan Belum Seimbang

4 Juni 2026 - 13:01 WIB

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembunuhan Sopir Truk di Palembang, Satu DPO

4 Juni 2026 - 11:57 WIB

Prabowo Tekankan Integritas dan Akuntabilitas dalam Pelaksanaan Program MBG

4 Juni 2026 - 11:37 WIB

Feby Herman Deru Monitoring 10 Program Pokok PKK di Muratara, Resmikan Galeri UMKM dan Tinjau Stand UP2K

4 Juni 2026 - 11:02 WIB

Trending di News