Jamur Enoki di Palembang Dipastikan Tidak Beredar Lagi

0
Jamur Enoki (Foto : Istimewa)

Urban ID - Beberapa waktu lalu tiga negara yakni Australia, Amerika Serikat dan Kanada telah merilis adanya bakteri listeria pada jamur enoki asal Korea Selatan (Korsel).

Dengan begitu Indonesia juga mengambil keputusan untuk menarik peredaran jamur enoki seperti di wilayah Sumatera Selatan tepatnya di kota Palembang.

Dari pantauan di tujuh lokasi penjualan jamur di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (3/7), jamur enoki asal Negeri Gingseng tersebut dipastikan tidak beredar.

Kendati demikian, masih banyak jamur yang beredar di kota pempek yang kerap dikonsumsi warga setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Taufik Gunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan pengawasan PSAT di wilayahnya.

“Hasilnya jamur enoki asal produsen Greenco Ltd Korsel tidak beredar baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Baik itu di Hypermart PSX Palembang, Pasar Gubah, Transmart PPC Radial, Diamond Soma Palembang, Superindo Celentang Kenten, dan Forozen Food Chobuci Km 5 Palembang,” ujar Taufik.

Dirinya menjelaskan, jamur enoki yang beredar di pasar modern berasal dari Cina dengan strip hijau, biru, dan ungu, serta sebagian berasal dari Negara Malaysia dengan strip ungu dan dikemasannya tak ada nomor registrasinya.

Masih dikatakan dia, sebagian besar jamur yang beredar di pasar modern belum terdaftar atau belum mempunyai nomor registrasi dan hanya beberapa komoditi jamur yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian (Kementan). Seperti jamur shimeji coklat, jamur shimeji putih, jamur enoki strip biru, dan jamur kancing sudah terdaftar di BPOM.

“Khusus untuk komoditi jamur yang belum terdaftar atau teregistrasi baik PL maupun PD/MD kita sarankan agar manajemen retail untuk menghubungi distributor/importir/suplier agar segera mengajukan pendaftaran ke OKKPP (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat) Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di Jakarta,” ungkap dia.

Ia juga menambahkan, pada lokasi Diamond, jamur diperoleh dari distributor utama di Jakarta dengan importir PT. Sahabat Mekar Indonesia dan sudah ada dokumen dari karantina. Selanjutnya, jamur enoki yang berlokasi di Superindo Celentang sudah ada uji laboratorium terhadap listeria monocytogones dan hasilnya negatif.

“Sedangkan komoditi jamur enoki, shimeji coklat suplayer dari Anugerah Buah di kawasan Kalidoni Palembang. Sementara jamur kancing dan tiram disuplay dari Palembang,” ucap dia.

Sementara itu, Asisten Store Manager Diamond Palembang, Sukirno, mengatakan pihaknya tidak lagi suplay jamur enoki asal Korsel tersebut dan sudah lama kosong sebelum beredarnya kabar pencemaaran bakteri listeria itu.

“Kalau sekarang tidak lagi suplai jamur enoki asal Korsel itu. Sekarang yang kita keluarin jamur enoki yang diimpor dari Cina,” tutur dia.

Adapun 13 jamur yang beredar di pasar modern pada tujuh lokasi di Palembang. Ke-13 jamur itu adalah jamur enoki, jamur buna shimeji, jamur bunafi, jamur merang, jamur king oyster, jamur tiram, jamur kuping, jamur white crab, jamur shimeji coklat, jamur shimeji putih, jamur shitake, jamur TWA, jamur kancing. Sedangkan yang beredar di pasar tradisional hanya jamur tiram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here