Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menginstruksikan penurunan tim dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke peternakan hingga lokasi penjualan hewan kurban.
Langkah ini dilakukan guna memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada sapi, tetapi juga kambing yang menjadi pilihan utama masyarakat saat Idul Adha.
“Sejak kemarin saya sudah minta tim dokter hewan turun langsung ke lapangan, baik ke peternak maupun tempat penjualan. Ini penting untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat,” ujar Dewa, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, tim akan menyisir seluruh wilayah Palembang yang mencakup 18 kecamatan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hewan hingga potensi penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
“Pengawasan ini menjadi langkah antisipasi agar tidak ada hewan kurban yang tidak memenuhi syarat beredar di pasaran. Terlebih, sebagian hewan didatangkan dari luar daerah sehingga perlu dipastikan kesehatannya,”kata dia.
Selain pemeriksaan, Pemkot Palembang juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat, khususnya panitia kurban di masjid dan lingkungan permukiman. Sosialisasi mencakup cara memilih hewan kurban yang sesuai syariat, hingga teknik penyembelihan yang higienis dan aman.
“Hewan kurban harus memenuhi kriteria utama, seperti sehat, tidak cacat, dan memiliki bobot yang ideal. Ia berharap, seluruh rangkaian pelaksanaan kurban tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala, baik dari sisi kesehatan hewan maupun distribusi daging kepada masyarakat,”kata dia.
Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan turut dilibatkan untuk mendampingi tim dokter hewan. Petugas juga memberikan pemahaman kepada peternak dan pedagang terkait perawatan hewan agar tetap dalam kondisi prima menjelang hari penyembelihan.














