Menu ✖

Mode Gelap

News

Kabut Asap Belum Reda, Wamen LH Minta Maaf ke Warga Palembang

badge-check


Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id Perbesar

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id

PALEMBANG – Pemerintah mengakui persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya teratasi. Kondisi kualitas udara yang masih buruk bahkan membuat Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

Diaz mengatakan pemerintah memahami kabut asap telah mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat, khususnya warga Palembang yang terdampak buruknya kualitas udara.

“Makanya, ya, kami mohon maaf kepada masyarakat Palembang dan semua masyarakat ini bisa terjadi,” ucap Diaz saat diwawancarai di Palembang, Rabu (7/10/2026).

Menurut Diaz, kondisi udara yang belum kembali membaik menjadi persoalan yang harus segera ditangani. Pemerintah, kata dia, tidak boleh berhenti bekerja selama masyarakat masih merasakan dampak kabut asap.

Diaz menegaskan penanganan karhutla harus terus dikebut agar masyarakat dapat kembali menghirup udara yang lebih baik.

“Namun, bagaimanapun caranya dan dengan keadaan hari ini, kami harus kerja keras supaya masyarakat bisa menikmati udara yang baik,” ujarnya.

Minta Kesempatan Pemerintah Bekerja

Diaz meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk meningkatkan upaya penanganan karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara.

Ia berharap kerja penanggulangan yang dilakukan pemerintah dapat segera memberikan hasil sehingga masyarakat tidak lagi harus beraktivitas dalam kondisi udara yang tercemar asap.

“Untuk masyarakat, biarkan kami bekerja lebih baik agar udara yang terhirup masyarakat juga lebih baik,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Diaz di tengah upaya pemerintah memperkuat penanganan karhutla di Sumsel. Sebelumnya, pemerintah juga mendorong perusahaan perkebunan ikut membangun infrastruktur pengendalian air, seperti kanal blocking dan water intake, untuk mencegah lahan gambut kembali terbakar.

Diaz berharap upaya tersebut dapat memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Tetap Pakai Masker Selama Udara Belum Pulih

Meski berharap kondisi segera membaik, Diaz mengingatkan masyarakat tetap melindungi diri selama kualitas udara belum kembali normal.

Salah satunya dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Diaz berharap masyarakat nantinya tidak lagi membutuhkan masker karena kualitas udara telah membaik. Namun, untuk sementara, perlindungan diri tetap diperlukan guna mengurangi paparan asap.

“Semoga masyarakat tidak harus memakai masker. Semoga juga masyarakat paling tidak susah. Jangan lupa pakai maskernya,” pesan Diaz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia

7 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Cegah Karhutla Berulang di Sumsel, Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Sekat Kanal

7 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Pergi Menjala Ikan, Warga Empat Lawang Hilang Terseret Arus Sungai Musi

7 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Bukan Senang Atas Penderitaan: Wali Kota Ratu Dewa Tegaskan “Enjoy” Berarti Tetap Tenang dan Fokus Lindungi Warga saat Krisis

6 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Ojol di Palembang Meninggal Saat Kabut Asap, Deru: Penyebabnya Harus Dibuktikan Lewat Autopsi

6 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di News