Menu

Mode Gelap

News

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Sekolah, Disdik Sumsel Izinkan Penyesuaian Jam Belajar

badge-check


Kabut Asap Ganggu Aktivitas Sekolah, Disdik Sumsel Izinkan Penyesuaian Jam Belajar Perbesar

PALEMBANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) membuat Dinas Pendidikan Sumsel menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni, mengatakan sekolah diminta menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di masing-masing kabupaten dan kota.

Menurutnya, penyesuaian diperlukan karena kondisi udara tidak selalu sama di setiap daerah. Karena itu, sekolah diminta tidak memaksakan kegiatan luar ruangan apabila kondisi udara dinilai tidak aman.

“Untuk pembelajaran di luar ruangan seperti olahraga dan upacara agar dilaksanakan di dalam ruangan atau menyesuaikan,” kata Mondyaboni.

Selain memindahkan kegiatan luar ruangan ke dalam kelas, sekolah juga dapat melakukan penyesuaian terhadap durasi pembelajaran. Pengurangan jam belajar dapat diterapkan apabila kondisi lingkungan di daerah tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar secara normal.

“Penyesuaian jam belajar disesuaikan dengan keadaan di masing-masing kota, apakah ada pengurangan jam belajar,” ujarnya.

Mondyaboni menegaskan keputusan terkait pembelajaran tidak diberlakukan secara seragam untuk seluruh sekolah di Sumsel. Masing-masing satuan pendidikan diminta melihat situasi dan kondisi di wilayahnya.

Hal ini mempertimbangkan kualitas udara yang dapat berbeda antara satu kabupaten/kota dengan daerah lainnya, terutama wilayah yang berdekatan dengan lokasi karhutla.

“Untuk sekolah kita menghimbau kepada sekolah untuk dilihat keadaan di masing-masing kabupaten kota,” katanya.

Jika kualitas udara semakin memburuk dan dinilai berisiko terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik, sekolah juga memiliki opsi untuk menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Kalau memang diperlukan bisa diliburkan, tetapi dilihat situasi di setiap daerah. Situasi dan kondisi di satuan pendidikan,” jelasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumsel Dapat Stimulan Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla dari Pemerintah Pusat

13 September 2026 - 15:38 WIB

57 Tahun Berlayar, PT Pertamina Trans Kontinental Gaungkan SIAP Melayani Pelanggan Lebih Optimal

13 September 2026 - 12:25 WIB

Gandeng ‘Bule Sampah’ dan 700 Relawan, Ratu Dewa Pimpin Aksi Bersih Sungai Musi

13 September 2026 - 11:16 WIB

Pertamina Patra Niaga Ubah Konfigurasi dan Tambah Nozzle BBM Subsidi 12 SPBU di Makassar, Tangani Lonjakan Kebutuhan BBM

12 September 2026 - 14:57 WIB

Pertamina Patra Niaga Gerakkan Masyarakat Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Guwosari

11 September 2026 - 20:38 WIB

Trending di News