PALEMBANG – Kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatera Selatan, mulai mengganggu konektivitas penerbangan. Sebanyak 30 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang terdampak akibat jarak pandang turun di bawah batas minimal keselamatan penerbangan.
Berdasarkan pembaruan kondisi operasional hingga Kamis pukul 15.00 WIB, terdapat 17 penerbangan keberangkatan dan 13 penerbangan kedatangan yang terdampak kondisi jarak pandang tersebut.
General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab mengatakan penyesuaian operasional dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat.
“Penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” katanya di Palembang, Kamis.
Dampak kabut asap tidak hanya berupa penundaan. Sejumlah pesawat yang hendak mendarat di Palembang harus dialihkan ke bandara lain, sementara beberapa penerbangan terpaksa kembali ke bandara asal atau return to base (RTB).
Pesawat dari Jakarta hingga Jeddah Terdampak
Untuk penerbangan keberangkatan, sejumlah rute yang terdampak di antaranya Indonesia AirAsia IU921 Palembang-Jakarta, IU302 Palembang-Pangkalpinang, Garuda Indonesia GA101 Palembang-Jakarta, IU964 Palembang-Medan, QG987 Palembang-Jakarta, serta sejumlah penerbangan lainnya menuju Jakarta, Kuala Lumpur, dan Yogyakarta.
Sementara itu, pada penerbangan kedatangan, gangguan dialami pesawat dari sejumlah kota, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Medan, Kuala Lumpur hingga Jeddah.
Beberapa penerbangan bahkan tidak dapat melanjutkan proses pendaratan di Palembang.
Indonesia AirAsia IU933 dari Yogyakarta tercatat melakukan pengalihan penerbangan. Garuda Indonesia GA102 dan Citilink QG9962 dari Jakarta memilih kembali ke bandara asal atau RTB.
Hal serupa terjadi pada Citilink QG980 dari Jakarta dan Garuda Indonesia GA955 dari Jeddah yang dialihkan. Sementara Indonesia AirAsia IU922 dari Jakarta dan AirAsia AK462 dari Kuala Lumpur tercatat melakukan RTB.
Kondisi tersebut menunjukkan kabut asap tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat di darat, tetapi juga mulai menghambat mobilitas udara dari dan menuju Palembang.
Operasional Menunggu Jarak Pandang Aman
Pihak Bandara SMB II Palembang terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi kabut asap. Penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Ahmad mengatakan penerbangan akan kembali disesuaikan apabila kondisi jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan untuk proses lepas landas maupun pendaratan.
“Penyesuaian penerbangan dilakukan hingga kondisi jarak pandang memenuhi standar keselamatan penerbangan sehingga pesawat dapat melakukan keberangkatan maupun pendaratan dengan aman,” ujarnya.
Dengan demikian, kelancaran penerbangan di Bandara SMB II masih sangat bergantung pada perkembangan kondisi udara dan jarak pandang di sekitar wilayah Palembang.









