Menu

Mode Gelap

News

Kasus DBD Tinggi di Palembang, Fatalitas Tertinggi Justru Terjadi di Muratara

badge-check


Kasus DBD Tinggi di Palembang, Fatalitas Tertinggi Justru Terjadi di Muratara Perbesar

Palembang — Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Sumatera Selatan. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari empat ribu warga terinfeksi, dengan lonjakan kasus tertinggi terjadi pada awal tahun saat intensitas hujan meningkat.

Data Dinas Kesehatan Sumsel menunjukkan total 4.130 kasus DBD tersebar di seluruh 17 kabupaten dan kota. Kota Palembang menempati posisi teratas sebagai daerah dengan jumlah penderita terbanyak, disusul Muara Enim dan OKU Timur. Tingginya mobilitas penduduk serta kepadatan wilayah perkotaan dinilai menjadi faktor pemicu cepatnya penyebaran.

Meski demikian, tingginya angka kasus tidak selalu sejalan dengan tingkat kematian. Kabupaten Musi Rawas Utara justru mencatat persentase kematian tertinggi akibat DBD, meskipun jumlah kasusnya tidak sebanyak daerah lain. Kondisi ini mengindikasikan pentingnya kecepatan penanganan medis dan kesiapan fasilitas kesehatan di daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menyebut fluktuasi kasus DBD sangat dipengaruhi faktor cuaca. Curah hujan tinggi di awal tahun menciptakan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Setiap musim hujan, potensi penularan selalu meningkat. Karena itu kewaspadaan harus dimulai sejak dini, terutama di daerah dengan aktivitas masyarakat yang padat,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menjelang akhir tahun, jumlah kasus memang mengalami penurunan signifikan. Namun Dinkes mengingatkan kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. Upaya pencegahan dinilai tetap menjadi kunci utama untuk menekan risiko wabah berulang.

Dinas Kesehatan juga menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama. Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M serta penerapan pola hidup bersih dan sehat masih menjadi langkah paling efektif untuk mencegah DBD.

“Target kami bukan hanya menekan kasus, tapi juga meniadakan kematian akibat DBD. Peran aktif masyarakat sangat menentukan,” pungkas Ira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hasil RDP Komisi II DPR RI-Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Putuskan Cabut HGU PT Melania

21 Mei 2026 - 19:13 WIB

Pemprov Sumsel Kirim Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pagar Gunung

21 Mei 2026 - 16:17 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

21 Mei 2026 - 16:03 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

21 Mei 2026 - 15:59 WIB

Tengah Malam, Dua Gajah Liar Masuk Permukiman Warga Air Sugihan OKI

21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Trending di News