Palembang – Kebijakan work from home (WFH) yang tengah diuji coba Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menunjukkan dampak dari sisi efisiensi. Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, penerapan WFH mampu menekan pengeluaran transportasi pegawai secara signifikan.
Berdasarkan data sementara, dalam skema empat kali WFH selama satu bulan, terjadi penghematan biaya personal kendaraan hingga 18 persen. Efisiensi tersebut mencakup pengeluaran bahan bakar hingga biaya operasional lainnya.
“Dari perhitungan sementara, empat kali WFH dalam sebulan memberikan penghematan sekitar 18 persen dari biaya transportasi pegawai,” ujar Deru, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, capaian ini menjadi indikator awal bahwa kebijakan WFH tidak hanya berdampak pada fleksibilitas kerja, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi aparatur. Hasil tersebut pun akan menjadi bagian dari laporan resmi yang tengah disusun untuk disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri.
Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek efisiensi biaya. Pemerintah juga akan mengkaji produktivitas kerja selama kebijakan WFH diterapkan, guna memastikan tidak ada penurunan kinerja.
“Efisiensi penting, tapi output kerja juga harus kita lihat. Jangan sampai ada penurunan produktivitas,” jelasnya.
Ia menyebut, masa uji coba selama satu bulan akan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya. Seluruh data akan dikumpulkan secara komprehensif sebelum diputuskan apakah WFH layak diterapkan secara berkelanjutan.
“Dalam satu bulan ini kita sudah bisa melihat gambaran awalnya, lalu kita laporkan secara menyeluruh ke pemerintah pusat,” tutupnya.














