Menu

Mode Gelap

News

Kemenkeu Anggarkan Rp 3,74 Triliun Untuk Pembangunan di Sumsel

badge-check


Kemenkeu Anggarkan Rp 3,74 Triliun Untuk Pembangunan di Sumsel Perbesar

Kementrian Keuangan Republik Indonesia mengelontorkan anggaran sebesar Rp 3,74 Triliun di Sumsel melalui pembiayaan proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Selasa (8/10).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementrian Keuangan RI Luky Alfirman mengatakan, anggaran tersebut dibagi ke dalam sektor perkeretaapian Rp 1,11 triliun, sektor jalan Rp 1,3 triliun, sektor jembatan Rp 818 miliar, sektor pengelolaan sumberdaya air Rp 300 miliar, sektor pendidikan Rp 189 miliar dan lain-lain.

“Di Sumsel tahun 2019 anggaran yang sudah digelontorkan Rp 3,74 triliun. Anggaran itu dibagikan ke sektor jembatan,  pendidikan,  perkeretaapian dan lain-lain,” ujarnya usai Penandatanganan Prasasti Gedung Rafah Tower di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

SBSN merupakan suatu instrumen yang diterbitkan pemerintah. Hal ini merupakan inovasi pembiayaan dari pemerintah berbentuk obligasi. Obligasi yang diberikan pemerintah ini berbasis syariah dan memang digunakan untuk membangun infrastruktur. “Membangun itu tidak mudah, memeliharanya juga tidak kalah tantangannya. Jadi setelah dibangun agar dipelihara dengan baik,” tegasnya.

Luky mengungkapkan,  Gedung Rafah Tower UIN Palembang dibangun dengan dana SBSN tahun anggaran 2018, dengan luas bangunan 7650 meter, yang terdiri dari Sembilan lantai. Gedung ini digunakan untuk aktivitas pembelajaran, tempat pertemuan, perpustakaan dan sebagainya. Pembangunan Rafah Tower dilaksanakan dengan menggunakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25 Tahun 2016. “Diharapkan dengan adanya Rafah Tower di UIN Raden Fatah Palembang ini dapat meningkatkan proses pembelajaran dan perkuliahan,” harapnya.

Selain melakukan penandatanganan prasasti Rafah Tower, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko juga menandatangani  prasasti penanda aset dan closing pembiayaan SBSN Proyek Jembatan Musi IV di kota Palembang. Proyek ini bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diakuianya,  Jembatan Musi IV saat ini  sudah dirasakan manfaatnya sejak beberapa bulan lalu oleh warga Palembang. Pembangunan Jembatan Musi IV ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi masyarakat Palembang dalam beraktifitas serta sebagai bentuk pengelolaan APBN yang baik dan tepat untuk membangun infrastruktur Indonesia.

“Jembatan Musi IV Palembang dibiayai melalui investasi masyarakat di instrumen pembiayaan Sukuk Negara dan ini adalah infrastruktur yang dibiayai oleh uang rakyat, uang kita bersama sehingga harus dimanfaatkan dan dirawat bersama dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patra Niaga Perkuat Layanan di 14 Embarkasi Haji, Siapkan Lebih dari 80 Ribu Kilo Liter Avtur Untuk Kebutuhan Penerbangan Haji 2026

22 April 2026 - 21:23 WIB

Dukungan Bupati OKU Perkuat Rencana Pembangunan UPT BPOM di OKU

22 April 2026 - 21:19 WIB

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Pasar Murah dan Edukasi Kesehatan Bagi Perempuan di Hari Kartini 2026

22 April 2026 - 21:16 WIB

Awal Perjalanan Suci, Pemprov Sumsel Minta Jemaah Haji Fokus Beribadah

22 April 2026 - 16:03 WIB

Sumsel Siap Siaga Karhutla, OKI dan Ogan Ilir Lebih Dulu Tetapkan Status

22 April 2026 - 15:52 WIB

Trending di News