MURATARA — Duka kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali bertambah. Salah satu korban selamat, Muhammad Fahrul Hubaidi (32), meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit, Jumat (8/5/2026).
Korban sebelumnya sempat menjalani operasi akibat luka bakar berat yang mencapai 90 persen di tubuhnya. Meski kondisi sempat menunjukkan perkembangan positif, Fahrul akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat komplikasi luka bakar yang dideritanya.
Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi, mengatakan tim medis telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan korban sejak pertama kali dirawat usai dievakuasi dari lokasi kecelakaan pada Rabu, 6 Mei 2026.
“Operasi sebelumnya sudah dilakukan dan kondisinya mulai membaik. Namun pagi tadi mulai melemah dan akhirnya meninggal,” ujar Riska.
Menurutnya, Fahrul sempat direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit di Palembang guna mendapatkan penanganan lanjutan. Namun kondisi fisik korban terus menurun sehingga proses rujukan dibatalkan.
“Karena fisiknya melemah, pasien batal dirujuk. Pasien mengalami gangguan pernapasan akibat luka bakar,” jelasnya.
Jenazah korban rencananya akan dibawa ke Palembang sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim membenarkan kabar meninggalnya Fahrul. Ia menyebut korban merupakan satu dari empat penumpang yang sebelumnya berhasil selamat dari insiden maut tersebut.
“Korban atas nama Muhammad Fahrul Hubaidi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rupit,” kata Karim.
Dengan meninggalnya Fahrul, jumlah korban tewas dalam kecelakaan Bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Muratara, kini bertambah menjadi 17 orang.









