Menu

Mode Gelap

News

Pemprov Sumsel Dorong BI Perluas Implementasi QRIS Ke Kabupaten/Kota

badge-check


Pemprov Sumsel Dorong BI Perluas Implementasi QRIS Ke Kabupaten/Kota Perbesar

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel untuk memperluas implementasi pemanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) hingga ke Kabupaten/kota.

 

Harapan tersebut disampaikan Plh Sekda Sumsel, Akhmad Najib saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Monitoring Implementasi QRIS di Wilayah Sumsel yang berlangsung di ruang rapat Kantor Perwakilan BI Sumsel Jalan Jend. Sudirman Palembang, Rabu (14/7/21).

 

Dijelaskan Akhmad Najib, kehadirian QRIS sebagai respon atas kemajuan teknologi yang begitu cepat berkembang dan dimanfaatkan di sektor transaksi perbankan.

 

“Sehingga produk bank mulai mengimplemetasikan QRIS ini. Kemajuan implementasi QRIS sudah kelihatan, tinggal bagaimana perluasannya saja agar mencapai ke kabupaten/kota, bahkan ke tingkat desa,” harapnya.

 

Dijelaskannya, salah satu upaya yang bisa dioptimalkan untuk memperluas implementasi QRIS tersebut, dengan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

 

“Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, sangat strategis penggunaan QRIS. Namun, masyarakat harus kenal dulu apa itu QRIS, agar bisa menggunakannya dengan kesadarannya sendiri. Saya sarankan, edukasi dan sosialisasi secara terus-menerus,” ujarnya.

 

Selain itu, melakukan koordinasi antar pihak, termasuk kepala daerah menjadi cara kedua yang bisa dilakukan. Namun, harus didukung adanya komitmen pemimpin, mulai dari Kabupaten/kota hingga level desa seperti kades.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Hari Widodo mengatakan, QRIS merupakan kanal pembayaran yang telah di launching pada 17 Agustus 2019 lalu, dan wajib diimplementasikan untuk QR pembayaran sejak 1 Januari 2020.

 

“Target nasional 12 juta merchant, dan Sumsel memiliki alokasi target 244.300 merchant. Hingga Mei 2021, 218.436 merchant  telah tumbuh atau sebesar 95,01 persen di Sumsel. Dari jumlah tersebut, 95,93 persen diantaranya merupakan merchant UMKM dan sebagian besar didominasi Palembang dengan angka 62,47 persen,” ucapnya.

 

Dijelaskan Hari Widodo, jumlah merchant setiap sektornya telah menyesar pasar tradisional, minimarket, supermarket, masjid, gereja, pura, vihara, SPBU, pempek, instansi pemerintah, apotik, klinik, RS, dkter, hotel, Pnpes, universitas, sekolah, khursus, dnasi, songket dan lain sebagainya.

 

“Saat ini kita mulai menyasar ke lingkungan pemerintah, termasuk pemerintah daerah. Sehingga dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan pemerintah,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Tutup Gemilang Raya X Digital Kito Galo 7th, Perkuat Akselerasi Ekonomi Digital Sumsel

30 Juni 2026 - 12:27 WIB

Rehabilitasi Hutan, PGE Tanam 2.218 Pohon di WKP Lumut Balai

29 Juni 2026 - 19:26 WIB

Herman Deru Apresiasi Revitalisasi Benteng Kuto Besak, Dorong Jadi Destinasi Wisata Sejarah Unggulan

29 Juni 2026 - 08:18 WIB

Hadiri Penutupan Gemilang Palembang Raya x DKG ke-7, Ratu Dewa Ajak Warga Dorong Digitalisasi Ekonomi

29 Juni 2026 - 07:23 WIB

Palembang Fashion Carnaval 2026, Pemkot Palembang Dorong Wastra Lokal Mendunia

28 Juni 2026 - 21:35 WIB

Trending di News