Menu

Mode Gelap

News

Peran Penting Penyerbuk dan Lebah untuk Praktik Pertanian Regeneratif

badge-check


Peran Penting Penyerbuk dan Lebah untuk Praktik Pertanian Regeneratif Perbesar

Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) kembali mengadakan Forum Dialog Penyerbuk yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, pada 20-21 Mei 2023.

Forum dialog ini diselenggarakan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Asosiasi Perlebahan Indonesia, dan Indonesia Pollinator Initiative yang didukung oleh Syngenta.

Ketua Pelaksana/Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB, Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori, M.Sc. menyebutkan kelestarian lebah saat ini terancam karena hilangnya habitat yang menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi lebah.

“Seperti spesies lebah hutan Apis dorsata dilaporkan banyak menghilang dari kawasan Sumatera dan Kalimantan akibat hilangnya habitat bagi pohon sialang yang menjadi tempat lebah hutan tersebut bersarang. Selain itu, beberapa daerah juga melaporkan adanya penurunan populasi spesies lebah tertentu akibat perubahan musim, “kata dia.

Dia menuturkan meski ukuran lebah tampak kecil, tetapi memiliki dampak yang dahsyat bagi kehidupan. Oleh sebab itu, ia menginginkan perlu adanya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta (private sector), maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga habitat lebah.

“Menjaga habitatnya dengan menjaga keberadaan pohon sialang maupun melakukan penanaman kembali pohon sialang,” kata dia.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua PEI, Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB Prof. Dr. Ir. Dadang, M.Sc. PEI sebagai asosiasi entomologi ingin meningkatkan kepedulian serta kapasitas anggotanya maupun masyarakat tentang serangga dan penyerbuk lainnya.

“Sebagai asosiasi yang memiliki perhatian terhadap serangga, PEI akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif untuk menjaga keanekaragaman serangga di Indonesia, terutama lebah dan serangga penyerbuk lainnya. Upaya konservasi terhadap keberadaan lebah dan penyerbuk ini penting untuk dilakukan karena lebah berperan penting dalam ketahanan pangan dan kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Genetika Spesies, KLHK, Indra Eksploitasia Semiawan mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempunyai skema-skema untuk turut serta mempertahankan keberadaan lebah seperti membuat kebijakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 tahun 2012 tentang Taman Kehati.

“Peraturan ini merupakan salah satu kebijakan dan regulasi yang secara tidak langsung ditujukan untuk konservasi penyerbuk, selain aturan terkait penetapan satwa dilindungi melalui Permen LHK Nomor 106 tahun 2018 yang memuat beberapa hewan penyerbuk di dalamnya seperti burung dan serangga,” kata dia.

Tak hanya itu, Country Director Syngenta Indonesia, Kazim Hasnain, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penyerbuk telah terancam oleh kombinasi penyebab, termasuk hilang dan terfragmentasinya habitat, intensifikasi pertanian, penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak berkelanjutan, pencemaran lingkungan, patogen, dan perubahan iklim.

“Melalui sebuah program bernama Operation Pollinator, Syngenta turut berperan aktif dalam mengatasi penurunan penyerbuk melalui peningkatan kesadaran petani mengenai peran penyerbuk bagi produktivitas dan kualitas tanaman, dan mempromosikan praktik pertanian tepat dan berkelanjutan,” kata dia.

Ia pun mengajak untuk menjaga kelestarian penyerbuk, semua pihak harus bekerja sama dalam mempertahankan habitat alaminya, menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, mempertahankan keanekaragaman tanaman, mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, menggalakkan konservasi penyerbuk secara massal perlu dilakukan secara konsisten.

“Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, diharapkan kelestarian serangga penyerbuk dapat terjaga dan mendukung produktivitas serta keanekaragaman hayati dalam pertanian, ” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungi Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, Komisi III DPRD Sumsel Soroti Kontribusi Dividen dan Mitigasi Kredit Macet

19 Juni 2026 - 21:46 WIB

Terima Audiensi Polsri, Herman Deru Dorong Sinkronisasi Pendidikan Vokasi dengan Potensi Sumsel

19 Juni 2026 - 21:14 WIB

Kunker Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Sumsel ke Kantor Kecamatan Kelekar Muara Enim

19 Juni 2026 - 19:06 WIB

Tumpukan Uang Rp 219 Miliar Hasil Pengembalian Terdakwa Korupsi Kredit Bank BUMN di Sumsel

19 Juni 2026 - 19:00 WIB

Oknum ASN KSOP Palembang Jadi Tersangka Kasus Pungli Kapal yang Melintas di Perairan Sungai Musi

19 Juni 2026 - 17:24 WIB

Trending di News