Tegal — Harapan Sriwijaya FC untuk keluar dari tren negatif kembali pupus. Bertandang ke Stadion Trisanja, Laskar Wong Kito harus mengakui keunggulan Persekat Tegal dengan skor tipis 0-1 pada lanjutan Championship 2025/2026, Sabtu (10/1/2026).
Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam Sriwijaya FC yang hingga pekan ke-15 belum sekalipun meraih kemenangan. Dari 15 laga, Elang Andalas hanya mampu mencatat dua hasil imbang dan menelan 13 kekalahan—sebuah statistik yang mencerminkan krisis performa mendalam.
Padahal, peluang emas sempat terbuka lebar bagi tim tamu. Pada menit ke-27, Sriwijaya FC mendapatkan hadiah penalti yang berpotensi mengubah jalannya laga. Namun, eksekusi Sutan Zico gagal berbuah gol setelah berhasil digagalkan kiper Persekat. Momen tersebut menjadi titik balik yang kembali menghantui Sriwijaya FC.
Secara permainan, Persekat tampil lebih dominan dengan tekanan intens sepanjang laga. Sriwijaya FC sesekali mencoba keluar dari tekanan, namun lemahnya koordinasi antarlini membuat serangan mereka mudah dipatahkan.
Kiper Sriwijaya FC, Rangga Pratama, menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam pertandingan ini. Berkali-kali ia menggagalkan peluang Persekat dan menjaga gawang tetap aman hingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Namun, ketangguhan Rangga akhirnya runtuh di menit ke-58. Gol tunggal Persekat dicetak Riki Dwi Saputro yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Sriwijaya FC. Setelah itu, tekanan tuan rumah terus berlanjut, namun skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.
Hasil ini membuat Sriwijaya FC tertahan di peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi dua poin. Jarak poin yang semakin melebar dengan tim-tim di atasnya membuat upaya bangkit kian berat, sekaligus memunculkan kekhawatiran soal nasib klub legendaris Sumatra Selatan tersebut di musim ini.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral bagi Persekat Tegal. Tambahan tiga poin mengangkat koleksi mereka menjadi 17 poin, meski masih tertahan di posisi sembilan klasemen karena kalah selisih dengan PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan.
Bagi Sriwijaya FC, waktu semakin menipis. Tanpa perbaikan signifikan, musim ini berpotensi tercatat sebagai salah satu periode tersulit dalam sejarah klub.












