PALEMBANG – Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek menangkap dua pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang sopir truk di SPBU Jalan Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami.
Dua tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial OS (23) dan AP (27). Keduanya ditangkap pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran jejak para pelaku.
Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial F masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan keberhasilan mengungkap kasus dalam waktu singkat merupakan hasil kerja cepat dan kolaborasi seluruh personel yang terlibat.
“Kurang dari 20 jam setelah kejadian, dua tersangka berhasil diamankan. Kami masih memburu satu pelaku lainnya dan memastikan seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menyerang korban, pakaian tersangka saat kejadian, serta kendaraan milik korban.
“Penyidik saat ini masih mendalami peran masing-masing tersangka sekaligus melengkapi alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Kami juga mengimbau pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas,”kata dia.
Sebelumnya, seorang sopir truk tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan dan penikaman oleh sekelompok pria hanya karena menegur tindakan penyerobotan antrean BBM.
Korban diketahui bernama Yepran Firmansyah (33). Ia meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka tusuk di bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan dalam insiden yang terjadi di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Selasa (2/6/2026) malam.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min menyebutkan peristiwa bermula saat korban sedang mengantre untuk mengisi solar menggunakan truk yang dikemudikannya. Di tengah antrean, sebuah kendaraan yang diduga milik pelaku disebut-sebut masuk dan menyerobot barisan kendaraan yang sudah menunggu giliran.
“Tidak terima dengan tindakan tersebut, korban kemudian menegur pengemudi kendaraan yang diduga menyerobot antrean. Teguran itu justru memicu adu mulut yang berujung perkelahian antara korban dan salah satu pelaku di area pintu keluar SPBU, ” kata dia.
Sejumlah sopir dan warga yang berada di lokasi sempat melerai pertikaian sehingga situasi kembali mereda. Namun ketegangan ternyata belum berakhir.
“Sekitar 30 menit setelah insiden pertama, kelompok pelaku diduga kembali ke lokasi dengan membawa sejumlah rekan menggunakan sepeda motor. Diperkirakan sekitar tujuh orang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut, ” kata dia.
Tanpa banyak bicara, kelompok itu langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Menyadari dirinya menjadi sasaran, Yepran berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truk meninggalkan lokasi.
“Namun upaya tersebut tidak berhasil. Para pelaku terus mengejar korban hingga akhirnya melakukan pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, ” kata dia.
Dalam kondisi terluka, korban masih sempat mengendalikan truknya hingga kendaraan tersebut berhenti setelah mengalami tabrakan di seberang SPBU. Diduga para pelaku kembali menyerang korban saat ia sudah tidak berdaya.
Warga dan rekan sesama sopir yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Myria Palembang. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami beberapa luka tusuk yang fatal, terutama di bagian dada, ” kata dia.









