Menu ✖

Mode Gelap

News

Polri: Korban ‘Love Scamming’ Tersebar di Amerika, Italia, Inggris, Thailand, Maroko hingga Kanada

badge-check


Polri: Korban ‘Love Scamming’ Tersebar di Amerika, Italia, Inggris, Thailand, Maroko hingga Kanada Perbesar

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap jaringan penipuan online dengan modus ‘Love Scamming’, yang melibatkan korban ratusan orang dari berbagai negara termasuk Amerika, Italia, Inggris, Thailand, hingga Maroko. Operasi ini berhasil menangkap 21 pelaku yang terlibat dalam praktik penipuan tersebut.

“1 korban warga negara Indonesia. Kemudian warga negara asing yang menjadi korban sebanyak 367 orang. Terdiri dari warga Amerika [Serikat], Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Jerman, Maroko, Turki, Portugal, Hungaria, Jersi, India, Jordania, Thailand, Austria, Filipina, Kanada, Inggris, Moldova, Rumania, Italia, Kolombia,” ungkap Dirtipidum Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro dalam jumpa pers di Bareskrim, Jumat (19/1/2024).

Djuhandani mengungkapkan bahwa para pelaku meraup keuntungan mencapai Rp 40-50 miliar per bulan. Modus operandi mereka melibatkan penggunaan aplikasi kencan seperti Tinder, Bumble, Okcupid, dan Tantan untuk mengecoh dan menipu korban.

“Pada operasi tanggal 17 Januari 2024 di Apartemen Kondominium Tower 8, Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, kami berhasil menangkap 19 WNI dan 2 WNA yang terlibat dalam jaringan penipuan ini,” ujar Djuhandani.

Para korban, sebanyak 367 orang, berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Italia, Inggris, Thailand, Maroko, dan negara-negara lainnya. Pelaku beroperasi selama sekitar 2 bulan dengan menggunakan 4 karakter berbeda untuk setiap individu, mempersulit pelacakan.

Para pelaku ini menggunakan modus menipu korban dengan mencari targetnya melalui aplikasi dating apps, seperti Tinder, Bumble, Okcupid, Tantan dan sebagainya. Mereka menggunakan profile baik perempuan maupun laki-laki yang bukan diri mereka.

“Pelaku-pelaku ini memanfaatkan kepercayaan korban dengan berpura-pura mencari pasangan, kemudian meminta nomor handphone untuk berkomunikasi percintaan dan mengirim foto-foto seksi,” terang Djuhandani.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan 96 unit handphone dan laptop merek HP yang digunakan dalam praktik penipuan. Para pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman hingga 6 tahun sesuai dengan UU ITE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal, Hadirkan Official Merchandise Produk UMKM di Booth MyPertamina

11 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Pertamina Ajak Pelanggan Setia Pertamax Turbo Saksikan Langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

11 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kabut Asap Selimuti Palembang, Penerbangan ke Singapura hingga Kuala Lumpur Terdampak

10 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kala Nurani ASN Palembang Merangkul Warga Terdampak Asap: Himpun 5 Ton Beras Bantuan

10 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Cairan dari Brasil Diuji untuk Karhutla Sumsel, Lahan Diklaim Lembap hingga 3 Hari

10 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Trending di News