Kabar baik bagi warga Sumatera Selatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melihat ada potensi hujan tiga hari ke depan, dengan kriteria hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.
Beberapa Klkabupaten dan kota yang akan diguyur hujan lebat seperti Musi Rawas, Muratara, Lubuk Linggau, Empat Lawang, Kota Pagaralam, Muba, Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Kota Prabumulih dan Kota Palembang. Sedangkan hujan ringan yakni Banyuasin, OKI, Ogan Ilir OKU Timur.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatkan potensi hujan inj karena adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan adanya pertemuan aliran massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa yang sarat uap air ke arah pusat tekanan rendah.
“Secara lokal kondisi hujan akibat faktor lokal awan konvektif akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat-utara Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis dan berpotensi petir disertai angin kencang,” katanya, Kamis (17/10).
Kendati akan hujan, saat ini kondisi kabut asap masih cukup pekat meski sudah mulai menurun dibandingkan dua hari terakhir. Dari pantauan aplikasi Info BMKG tampak, kualitas udara pada konnsentrasi partikulat (PM10) menunjukan pada titik tidak sehat pada pukul 06.00 WIB yaitu 176 μg/m3, lalu terus bergerak naik hingga di level sangat tidak sehat pada pukul 12.00 WIB yakni 363 μg/m3.
“Kabut asal umumnya meningkat pada pagi hari pukul 04.00-08.00 WIB dan sore hari 16.00-20.00 WIB, dikarenakan labilitas udara yang stabil atauvtidak ada massa udara naik,” kata Beny.
Beny bilang, angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari arah Timur Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.”Kondisi asap masih tetap berpotensi terjadi di Sumsel dikarenakan wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar,” katanya.













