Menu ✖

Mode Gelap

News

Polda Sumsel Bersihkan Aksi Premanisme dalam Operasi Pekat Musi, 6 Orang Diamankan

badge-check


Operasi Pekat Musi, Senin, 23 Februari 2026/ist. Perbesar

Operasi Pekat Musi, Senin, 23 Februari 2026/ist.

Palembang— Komitmen menjaga stabilitas keamanan kembali dibuktikan Polda Sumatera Selatan melalui Operasi Pekat Musi 2026. Dalam operasi yang digelar Senin, 23 Februari 2026, enam pria terduga pelaku pungutan liar dan parkir ilegal berhasil diamankan dari sejumlah titik rawan di Kota Palembang.

Keenam pria tersebut masing-masing berinisial A (53), S (55), I (44), D (50), R (54), dan H (50). Mereka diamankan saat Satgas Preventif Direktorat Samapta melakukan patroli dan penertiban di kawasan Jalan Kolonel H. Barlian, Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, serta wilayah Sukarami dan Alang-Alang Lebar.

Dari tangan para pelaku, petugas menyita uang tunai yang diduga merupakan hasil pungutan liar terhadap pengguna jalan dan pengunjung minimarket.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa penindakan terhadap enam pelaku tersebut merupakan bagian dari langkah tegas menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Enam orang yang kami amankan ini menjadi bukti bahwa Operasi Pekat Musi berjalan efektif. Stabilitas keamanan adalah harga mati. Tidak boleh ada ruang bagi praktik premanisme yang meresahkan masyarakat,” tegas Nandang.

Menurutnya, premanisme bukan sekadar pelanggaran kecil, melainkan potensi pintu masuk tindak pidana lain yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Premanisme bisa berkembang menjadi tindak pidana yang lebih besar jika dibiarkan. Karena itu, penindakan kami lakukan secara tegas namun tetap terukur dan sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Saat ini keenam pria tersebut tengah menjalani pemeriksaan dan pendataan untuk proses tindak pidana ringan (Tipiring). Polda Sumsel memastikan seluruh proses berjalan profesional dan proporsional.

Operasi Pekat Musi 2026 akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi cipta kondisi, terutama dalam menjaga ruang publik tetap aman dan bebas intimidasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan praktik pungli maupun aksi premanisme. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkas Nandang.

Dengan diamankannya enam pelaku tersebut, Polda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Sumatera Selatan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang ditegakkan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film Anak Indonesia Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua Raih Penghargaan Global Peace and Friendship, Siap Diputar di Festival Film Eropa

21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Dari Merawat Pasien hingga Melawan Kebakaran Hutan 

21 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pendorong Ekonomi Daerah: Bank Mandiri Region II Kucurkan Rp21,8 Triliun Kredit UMKM per September 2026

20 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Kabut Asap Palembang Kembali Pekat, Gubernur Sumsel Siapkan 1,6 Ton Dry Ice

20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

PM2.5 Palembang Tembus 476,9, Kabut Asap Kembali Pekat dan Warga Mengeluh Sesak

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Trending di News