Palembang – Pondok Pesantren Mahad Robbani Palembang kini mengemban misi besar: tidak sekadar mendidik santri dalam ilmu agama, tetapi juga memelopori kemandirian ekonomi umat dan menjawab tantangan sosial urban.
Saat menghadiri pembukaan Robbani Fest dalam rangka Milad ke-4 di kawasan Pipa Reja, Sematang Borang, Rabu (21/10), Wali Kota Palembang Ratu Dewa menekankan pentingnya transformasi peran pesantren di era modern.
Ratu Dewa menegaskan, lembaga pendidikan Islam perlu mengambil peran lebih luas agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas.
”Saya berharap kehadiran Pondok Pesantren Mahad Robbani Palembang ini menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lain, terutama dalam memulai pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Ratu Dewa.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, Ratu Dewa menyoroti tiga isu krusial yang dinilainya perlu direspons cepat oleh dakwah pesantren, yaitu:
- Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba: Mengingat ancaman zat adiktif yang makin mengintai generasi muda.
- Edukasi dan Benteng Moral: Menghadapi dinamika perilaku sosial dan isu LGBT di tengah masyarakat urban.
- Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an: Memastikan literasi kitab suci merata di seluruh kalangan warga Palembang.
Ia meminta pihak pengelola pesantren memanfaatkan momentum milad keempat ini bukan sebatas kegiatan seremoni tahunan, melainkan sebagai fondasi aksi nyata yang berlanjut secara konsisten.
”Pondok pesantren ini harus menjadi media dan wahana syiar dakwah yang fokus menghentikan bahaya narkoba, merespons isu LGBT, serta mengentaskan buta aksara Al-Qur’an,” tambahnya.









