Menu ✖

Mode Gelap

News

Suhu Panas Arab Saudi Ancam Kesehatan Jemaah, Tiga Haji Asal Sumsel Meninggal

badge-check


2 warga Palembang tewas terkena ledakan tabung gas saat persiapan sedekah Ramadhan/ist. Perbesar

2 warga Palembang tewas terkena ledakan tabung gas saat persiapan sedekah Ramadhan/ist.

Palembang – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius bagi penyelenggara ibadah haji tahun 2026. Di tengah padatnya aktivitas ibadah dan suhu tinggi yang melanda Tanah Suci, tiga jemaah haji asal Sumatera Selatan dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan medis.

Jemaah terbaru yang wafat yakni Tarmidi Pitono Basuki (73), warga Palembang yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Palembang. Almarhum meninggal dunia di Arab Saudi pada Sabtu (23/5/2026) pukul 22.51 waktu setempat.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Emmilya Rosa, mengatakan total jemaah haji asal Sumsel yang meninggal dunia di Tanah Suci kini mencapai tiga orang.

“Dengan adanya tambahan jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci, total sudah tiga jemaah asal Sumsel yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” ujar Emmilya, Minggu (24/5/2026).

Sebelumnya, jemaah atas nama Akib bin Sanan dari Kloter 15 meninggal dunia pada 14 Mei 2026. Selanjutnya Aminah Katop Rahim bin Katip dari Kloter 9 wafat pada 21 Mei 2026.

Selain kabar duka tersebut, pihak kesehatan juga mencatat masih ada dua jemaah asal Sumsel yang kini menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Kondisi ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan. Emmilya menyebut suhu tinggi di Arab Saudi berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan berat hingga memperparah penyakit kronis.

Karena itu, jemaah diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari ketika suhu mencapai titik tertinggi.

“Gunakan perlindungan diri seperti payung, topi, masker, dan semprotan air agar kondisi tubuh tetap stabil selama menjalankan ibadah,” katanya.

Selain menjaga aktivitas fisik, jemaah juga diminta rutin memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Konsumsi air putih minimal delapan hingga sepuluh gelas per hari dinilai penting untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.

Petugas kesehatan juga menganjurkan penggunaan cairan elektrolit seperti oralit untuk menjaga daya tahan tubuh selama menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga.

Bagi jemaah dengan riwayat hipertensi, diabetes, jantung maupun penyakit kronis lainnya, Emmilya mengingatkan agar tidak menghentikan konsumsi obat selama di Tanah Suci.

“Jangan memaksakan diri jika tubuh tidak fit. Bila ada keluhan kesehatan segera lapor ke petugas kesehatan kloter supaya cepat mendapatkan penanganan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gagal Temui Herman Deru, Mahasiswa Segel Kantor Gubernur dan Nyatakan Mosi Tidak Percaya

21 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Ratu Dewa Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Umat dan Benteng Moral Generasi Muda

21 Oktober 2026 - 19:39 WIB

BMKG Tegaskan Dry Ice Bukan Penyerap Asap Karhutla, Ini Fungsi Sebenarnya.

21 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Film Anak Indonesia Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua Raih Penghargaan Global Peace and Friendship, Siap Diputar di Festival Film Eropa

21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Dari Merawat Pasien hingga Melawan Kebakaran Hutan 

21 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Trending di News