Menu

Mode Gelap

News

Tak Sekadar Lumbung Sawit, Sumsel Bidik Hilirisasi untuk Dongkrak Nilai Tambah Ekonomi

badge-check


Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Rapat Persiapan Pelatihan AI untuk UMKM yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumsel, Rabu (8/4/2026) . Foto : Humas Pemprov Sumsel Perbesar

Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Rapat Persiapan Pelatihan AI untuk UMKM yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumsel, Rabu (8/4/2026) . Foto : Humas Pemprov Sumsel

Palembang — Besarnya porsi perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi peluang strategis untuk mendorong penguatan ekonomi daerah melalui hilirisasi industri. Dengan kontribusi sekitar delapan persen dari total luas sawit nasional, provinsi ini dinilai memiliki posisi tawar yang kuat dalam rantai industri sawit Indonesia.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan bahwa luasan kebun sawit di daerahnya menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai tambah, bukan sekadar bergantung pada produksi bahan mentah.

“Dari total sekitar 16,8 juta hektare sawit nasional, Sumatera Selatan menyumbang kurang lebih delapan persen. Ini bukan hanya soal luas, tetapi juga peluang besar untuk memperkuat peran daerah dalam industri sawit,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga turut memengaruhi dinamika ekspor nasional. Di tengah tekanan global, termasuk gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah, sektor sawit masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik dalam menopang ekonomi.

Meski sempat terjadi penurunan ekspor hingga 30 persen akibat situasi global, Herman Deru menilai kondisi ekonomi nasional tetap relatif stabil. Hal ini menjadi sinyal bahwa sektor sawit masih menjadi salah satu penyangga utama perekonomian.

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi besar tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan produktivitas yang optimal. Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, masih tertinggal dibanding negara lain seperti Malaysia dalam hal efisiensi dan hasil produksi per hektare.

Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor serta percepatan hilirisasi industri sawit di daerah. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing di pasar global.

“Ke depan, kita tidak bisa hanya mengandalkan luas lahan. Harus ada inovasi, teknik budidaya yang lebih baik, serta penguatan industri hilir agar manfaatnya lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap forum-forum diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi konkret, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengembangan industri turunan sawit yang lebih beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hasil RDP Komisi II DPR RI-Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Putuskan Cabut HGU PT Melania

21 Mei 2026 - 19:13 WIB

Pemprov Sumsel Kirim Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Kebakaran di Pagar Gunung

21 Mei 2026 - 16:17 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

21 Mei 2026 - 16:03 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

21 Mei 2026 - 15:59 WIB

Tengah Malam, Dua Gajah Liar Masuk Permukiman Warga Air Sugihan OKI

21 Mei 2026 - 15:56 WIB

Trending di News