Oknum dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumsel diduga melakukan pungli terhadap angkutan para relawan asal Banten yang hendak pergi ke Aceh.
Peristiwa ini terjadi saat para relawan melintasi kawasan Kertapati, Palembang tepatnya di depan Terminal Karya Jaya pada Rabu 7 Januari 2026.
Dalam video yang berdurasi 1 menit lebih, penumpang mengungkapkan kekecewaannya sebab pungli yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan kota Palembang.
“Jadi kita kena tilang sama Dishub, ini aneh,” ujar salah satu penumpang.
Kemudian penumpang tersebut juga sempat kebingungan mengapa kendaraan bantuan dapat ditilang, padahal bukan angkutan umum.
“Ini kan buat angkutan umum saja, ini bukan angkutan umum kan,” ungkapnya kecewa.
Kemudian, dalam video tersebut terlihat oknum BPTD ada yang tugasnya memberhentikan kendaraan lain, sedangkan petugas sisanya melakukan transaksi pungli di warung.
“Ini beberapa orang stop-in tuh mobil-mobil. Transaksinya ya di warung. Harganya 150 ribu satu mobil kecil, tidak tahu kalau yang besar. Biasalah mengisi perut, biar makin buncit perutnya,” katanya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengklarifikasi kejadian viral yang beredar di sosial media. Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut memang dilakukan oleh salah satu pegawai BPTD.
“Memang ada salah satu pegawai yang melakukan hal tersebut,” ungkapnya.
Kemudian, Ia juga mengatakan bahwa Dishub memang menggelar kegiatan di Terminal Karya Jaya terkait dengan Perwali 26 Tahun 2019 mengenai angkutan barang berat yang akan memasuki Kota Palembang.
“Jadi memang ada petugas yang berjaga di wilayah tersebut. Mereka sedang melakukan tugasnya,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumsel, Milfer Jonely, mengatakan bahwa dari info yang didapat salah satu oknum tersebut merupakan petugas BPTD Sumsel.
“Akan kami dalami keterkaitan dan keterlibatan terhadap pungli tersebut. Kami juga akan bertindak tegas terhadap petugas yang melakukan pungli,” tegasnya.













