“Artinya masih ada 5 persen lagi dari 1,6 juta jiwa yang belum tercover dalam penggunaan KIS. Kita terus berupaya mewujudkannya,” ujarnya, Sabtu (22/1/2022).
Dari 95 persen tersebut, ada yang sudah tercover oleh perusahaan dan ada yang dari pemerintah.
Fitrianti menyampaikan, pemerintah menanggung biaya berobat bagi warga yang kurang mampu dan tercover dalam program KIS.
“Salah satunya, pasien langsung kita bawa ke RSUD BARI untuk pengobatan. Bahkan ada yang sampai operasi. Apa pun pengobatannya akan kita segera urus.”
Adapun warga kurang mampu yang belum punya Kartu Indonesia Sehat, Pemkot Palembang tetap membantu.
“Bisa mendaftar ke lurah atau camat dengan syarat membawa Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan tidak mampu dari RT setempat. Dan ingat, sekali lagi KIS ini untuk masyarakat yang tidak mampu. Jangan pikir bahwa semua masyarakat Palembang akan dapat KIS,” kata Fitrianti.















