Menu

Mode Gelap

News

Di Tengah Isu Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Jemaah Haji Sumsel Dipastikan Tetap Lancar

badge-check


Keberangkatan Jamaah Haji Sumsel ke tanah suci untuk menjalankan ibadah Haji 2025/Dokumen Urban Id
Perbesar

Keberangkatan Jamaah Haji Sumsel ke tanah suci untuk menjalankan ibadah Haji 2025/Dokumen Urban Id

Palembang — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah tak menyurutkan langkah ribuan calon jemaah haji (CJH) asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah memastikan seluruh proses pemberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal dengan skema keamanan yang telah diperkuat.

Sebanyak 5.895 jemaah haji asal Sumsel dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026, sebelum diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi mulai 22 April 2026. Meski situasi global menjadi perhatian, pemerintah menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis di dalam dan luar negeri telah rampung.

Wakil Ketua PPIH Embarkasi Palembang, H.M. Hozinul Asror, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi telah dilakukan secara intensif untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

“Seluruh stakeholder sudah siap. Kami juga telah melakukan pelantikan PPIH, dan semua instansi pendukung dalam kondisi siap 100 persen,” ujarnya, Jumat (18/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga telah mengirim tim ke Arab Saudi guna memastikan kesiapan layanan bagi jemaah Indonesia, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan.

Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap situasi di Timur Tengah, pihaknya memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal maupun skema perjalanan. Penerbangan jemaah haji asal Palembang tetap dilakukan secara langsung menuju Jeddah tanpa transit di negara lain.

“Penerbangan direct Palembang–Jeddah menjadi salah satu langkah untuk meminimalkan risiko dan memastikan keamanan jemaah,” jelasnya.

Senada, Asisten I Setda Sumsel, Apriyadi, mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang belum tentu berdampak langsung terhadap pelaksanaan haji.

“Kami pastikan penerbangan tidak singgah di negara lain seperti Abu Dhabi atau Qatar. Ini bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi global dan menyiapkan langkah antisipatif jika diperlukan. Dengan berbagai kesiapan tersebut, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolri Sebut Polri Sudah Miliki 1.376 SPPG, Dukung Program MBG

17 Mei 2026 - 09:35 WIB

Pemerintah Sebut Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

17 Mei 2026 - 09:30 WIB

Cik Ujang Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Dorong Swasembada Pangan Nasional

17 Mei 2026 - 08:58 WIB

Denpom II/Sriwijaya Tangkap Serda Ronal Usai Tembak Rekannya Hingga Tewas di THM

16 Mei 2026 - 23:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Tambah Penyaluran Nasional 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat Selama Libur Panjang

16 Mei 2026 - 21:57 WIB

Trending di News