Menu

Mode Gelap

News

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,35 Persen di 2025, Lebih Tinggi dari Nasional

badge-check


Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Sumsel Tahun 2026 di Griya Agung pada Kamis, 5 Februari 2026/Anyelir. Perbesar

Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Sumsel Tahun 2026 di Griya Agung pada Kamis, 5 Februari 2026/Anyelir.

Provinsi Sumsel berhasil menunjukan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dalam peningkatannya. Saat ini Sumsel berhasil meraih angka 5,35 persen di bulan September 2025. Hal ini lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai angka 3,11 persen.

Hal ini diumumkan pada Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Sumsel Tahun 2026 di Griya Agung pada Kamis, 5 Februari 2026.

Agenda ini dihadiri oleh Gubernur beserta Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Cik Ujang. Kemudian, juga dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Status (BPS) Sumsel, Muhammad Wahyu Yulianto.

Dalam kesempatannya, Wahyu, menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sejak Covid-19 di 2020, Sumsel menunjukkan trend yang positif dan pada akhirnya mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di tahun 2025.

Kemudian lanjutnya, dari seluruh sektor yang ada, Sumsel mengalami pertumbuhan ekonomi dalam seluruh sektor. Namun, pertumbuhan tertinggi diraih oleh sektor akomodasi dan kuliner yang tumbuh sebesar 9,66 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di Sumsel itu juga sangat ditopang oleh industri pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, pertanian dan konstruksi. 5 industri ini juga cukup meningkatkan pertumbuhannya di tahun 2025,” jelas Wahyu.

Tingkat kemiskinan di Sumsel telah mencapai 1 digit yakni sebesar 9,85 persen dan ini merupakan suatu pencapaian angka kemiskinan yang terendah. Garis kemiskinan mengalami penurunan per penduduk atau perkapita perbulan yakni sebesar Rp.609.000,44 per kapita.

“Pengeluaran ini proporsinya untuk makanan sebesar 75,26 persen. Kemudian untuk selain dari makanan relatif kecil yakni 24, 74 persen,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengapresiasi kinerja dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam pengembangan ekonomi yang baik ini.

“Kita patut bangga dengan pencapaian ekonomi kita hari ini. Sumsel berhasil masuk ke provinsi ke-2 tertinggi pertumbuhan ekonomi di pulau Sumatera, dengan angka 5,35 persen,” ujarnya.

Lalu, Herman Deru mengatakan bahwa pencapaian Sumsel pada pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan tidak diraih olehnya semata, namun juga kerja sama oleh OPD lainnya, termasuk Bupati dan Wali Kota.

“Provinsi ini seperti bingkai yang di dalamnya puzzle. Jadi bingkai yang menyatukan Kabupaten/Kota di dalamnya. Harapannya di kemudian hari terus terjaga angka tersebut sebab ini merupakan posisi yang cukup rentan untuk mengalami penurunan atau kenaikan lagi nantinya,” pungkas Herman Deru.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Kali Mangkir, Polisi Bakal Jemput Paksa Kakek Marbot Predator Anak di Ogan Ilir

5 Februari 2026 - 19:58 WIB

HDCU Cetak Sejarah, Angka Kemiskinan Sumsel Turun ke Satu Digit

5 Februari 2026 - 17:52 WIB

Prabowo Tegaskan Diplomasi Realistis dan Prinsip Kehati-hatian Indonesia dalam Board of Peace

5 Februari 2026 - 10:04 WIB

Prabowo Tegaskan Arah Politik Luar Negeri dalam Diskusi Bersama Tokoh Nasional

5 Februari 2026 - 09:55 WIB

Sekda Edward Candra Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

4 Februari 2026 - 21:14 WIB

Trending di News