Palembang – Proses identifikasi korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), memasuki tahap krusial. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel menemukan fakta baru adanya satu korban anak-anak dari total 17 bagian tubuh yang berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan.
Temuan tersebut muncul setelah petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 16 kantong jenazah yang dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Dari hasil identifikasi awal, terdapat 17 bagian tubuh atau body parts yang diduga berasal dari korban berbeda.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, mengatakan sebagian besar korban berhasil diidentifikasi berdasarkan jenis kelamin, meski satu korban masih belum dapat dipastikan identitas maupun gendernya.
“Dari 17 body parts yang kami temukan, teridentifikasi 13 jenazah laki-laki dewasa dan tiga perempuan dewasa. Satu jenazah lainnya diduga anak-anak, namun jenis kelaminnya belum dapat kami tentukan,” ujar Budi, Sabtu (9/5/2026).
Tim DVI mengungkap, satu korban tambahan ditemukan dari dua potongan tubuh yang menempel di area ketiak jenazah lain. Kondisi itu terjadi akibat tubuh korban mengalami luka bakar parah hingga menyatu saat proses evakuasi.
Temuan tersebut membuat tim forensik menduga ada korban lain yang sebelumnya belum terdata dalam kantong jenazah.
“Kami curigai potongan tubuh itu bukan berasal dari jenazah yang sama. Karena itu kami simpulkan kemungkinan ada satu korban anak-anak,” jelasnya.
Kondisi korban yang terbakar hebat membuat proses identifikasi menjadi lebih rumit. Tim DVI kini mengandalkan pencocokan DNA untuk memastikan identitas seluruh korban.
Selain mengambil sampel dari jenazah korban, petugas juga mulai memeriksa DNA keluarga yang datang ke RS Bhayangkara Palembang untuk mencari anggota keluarganya yang menjadi korban kecelakaan.
Pihak kepolisian bahkan berencana mengirimkan sampel tertentu ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna mempercepat dan memperkuat proses identifikasi.
“Kami belum bisa memastikan identitas secara valid. Besok salah satu sampel akan kami kirim ke Puslabfor Mabes Polri,” kata Budi.
Berbeda dengan transportasi udara yang memiliki manifes penumpang tetap, bus antarkota disebut tidak memiliki sistem pendataan penumpang yang detail dan akurat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses identifikasi korban.
Karena itu, Tim DVI memilih fokus pada pemeriksaan kantong jenazah dan pencocokan data forensik dibanding menghitung jumlah pasti penumpang di dalam Bus ALS tersebut.
“Yang kami fokuskan saat ini adalah identifikasi korban. Dari 16 kantong jenazah setelah pendalaman ternyata ada 17 jenazah,” ungkapnya.
Daftar Korban Kecelakaan Bus ALS Muratara
Identitias korban meninggal
- Aryanto (49), sopir truk tangki PT Sleraya, warga Jalan kenangga Sei Nalang, Linggau Utara 2, Kota Lubuklinggau, meninggal dunia kondisi terbakar dalam mobil.
- Martono (48), petani penumpang truk tangki, warga Dusun 3, Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara, meninggal dunia kondisi terbakar dalam mobil.
- Alif (44), sopir bus ALS warga Jawa Tengah, meninggal dunia kondisi terbakar.
- Saf (50), kernet bus ALS warga Medan, Sumatera Utara.
- Zulham Efendi alias Maleh (42), kernet bus ALS warga Medan, Sumut.
- Relodo, penumpang Bus ALS.
- Zulkifli, penumpang Bus ALS.
- Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
- Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
- Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
Korban Meninggal dalam Perawatan Medis
- Muhammad Fairul Hubaidi (31), penumpang bus warga Tegal, Jawa Tengah.
Korban selamat dalam Perawatan Medis
- Jumiatun (35), penumpang bus warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dirawat Di RSUD Rupit.’
- Ngadiono (44), penumpang bus warga Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengalami luka bakar dirawat Di RSUD Rupit.









