Menu

Mode Gelap

News

Karhutla Sumsel Meningkat Tajam, BPBD Kerahkan Helikopter dan Perkuat Patroli Darat

badge-check


Karhutla Sumsel Meningkat Tajam, BPBD Kerahkan Helikopter dan Perkuat Patroli Darat Perbesar

PALEMBANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin meningkat memasuki musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat hingga 25 Juni 2026 telah terjadi 191 kejadian karhutla dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 305,39 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iqbal Alisyahbana mengatakan seluruh personel dan peralatan kini disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan karhutla yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

“Potensi terjadinya kebakaran saat ini berada pada kategori sangat mudah. Karena itu, kami terus memperkuat patroli darat dan udara, monitoring hotspot, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan pemadaman agar setiap kejadian dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Iqbal.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel per 26 Juni 2026 pukul 08.00 WIB, terdapat enam titik hotspot yang tersebar di empat kabupaten, yakni Lahat dan Muara Enim masing-masing dua titik, serta Banyuasin dan Ogan Ilir masing-masing satu titik.

Meski jumlah hotspot belum terlalu banyak, tren kejadian karhutla menunjukkan peningkatan signifikan sejak memasuki musim kemarau. Selama Januari hingga April hanya tercatat 11 kejadian, namun pada Mei melonjak menjadi 91 kejadian, sedangkan hingga 25 Juni telah mencapai 89 kejadian.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Sumsel bersama Satgas Udara telah menyiapkan enam armada udara, terdiri dari satu unit pesawat Cessna C208B untuk patroli, satu helikopter patroli, dan empat helikopter water bombing yang siap dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Iqbal menjelaskan, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat bersama BNPB, BMKG, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, hingga perusahaan yang berada di wilayah rawan karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan jumlah kejadian karhutla di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG Sumsel, sebagian besar wilayah masih berpotensi mengalami cuaca cerah berawan dengan curah hujan yang terbatas. Kondisi tersebut membuat vegetasi semakin kering sehingga meningkatkan risiko munculnya titik api.

BPBD Sumsel memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, serta operasi pemantauan akan terus ditingkatkan selama musim kemarau guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Peduli Dirikan Posko Medis Gratis 24 Jam, Lebih Dekat dengan Korban Gempa di Reok NTT

24 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Pemkot Palembang Prioritaskan Kesehatan Siswa dan ASN di Tengah Dinamika Kualitas Udara

23 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Respons Cepat Dampak Asap, Pemkot Palembang Siapkan 10 Ribu Masker dan Siagakan Layanan Kesehatan

23 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkot Palembang Gelar Padel Championship Wali Kota Cup 2026

22 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Pertamina Peduli Salurkan Bantuan bagi 534 Penyintas Gempa di Kecamatan Palue, NTT

22 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Trending di News