Palembang – Dampak buruk pencemaran udara kian mengancam kesehatan masyarakat Kota Palembang.
Dinas Kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa sebanyak 9.313 warga terinfeksi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hanya dalam kurun waktu 1 hingga 21 Agustus 2026.
Menanggapi lonjakan tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menetapkan status siaga bagi seluruh fasilitas kesehatan (faskes) guna meminimalkan risiko bahaya kesehatan publik.
“Warga yang mulai mengeluhkan gangguan pernapasan segera berkonsultasi ke puskesmas terdekat agar memperoleh perawatan medis sejak dini,” katanya, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain itu, Ratu Dewa meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis bergerak serentak dan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
Pemkot Palembang memberikan perhatian khusus pada kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap paparan udara kotor, meliputi: Bayi di bawah lima tahun (balita) serta lansia, dan Ibu hamil.
Kemudian, pengidap penyakit kronis bawaan seperti asma, gangguan jantung, diabetes, dan TB paru.
”Masyarakat diimbau untuk memperketat perlindungan diri dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak selama kualitas udara belum membaik,” lanjutnya.









