Menu ✖

Mode Gelap

News

PM2.5 Palembang Tembus 476,9, Kabut Asap Kembali Pekat dan Warga Mengeluh Sesak

badge-check


PM2.5 Palembang Tembus 476,9, Kabut Asap Kembali Pekat dan Warga Mengeluh Sesak Perbesar

PALEMBANG – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), kembali memburuk setelah sempat membaik sehari sebelumnya. Konsentrasi partikel halus PM2.5 kembali masuk kategori berbahaya dengan angka tertinggi mencapai 476,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Selasa (20/10/2026) dini hari.

Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi II Palembang, lonjakan konsentrasi polutan tersebut terjadi sejak awal hari. Kondisi ini membuat kabut asap kembali menyelimuti sejumlah ruas jalan, membatasi jarak pandang, dan mengganggu aktivitas warga yang berangkat bekerja pada pagi hari.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan konsentrasi PM2.5 mencapai 436,1 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB sebelum meningkat menjadi 476,9 µg/m³ satu jam kemudian.

“Angka PM2.5 tercatat di angka 476,9 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB,” kata Wandayantolis.

Setelah mencapai puncak tersebut, konsentrasi PM2.5 berangsur turun. Pada pukul 03.00 WIB, angkanya tercatat 388,3 µg/m³, kemudian turun menjadi 349,7 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB.

Meski terus menurun, konsentrasi polutan masih berada pada level berbahaya. Hingga pukul 08.00 WIB, PM2.5 tercatat sebesar 314,8 µg/m³.

“Hingga pagi hari kualitas udara masih berada di kategori berbahaya,” ujarnya.

Asap dari OKI kembali menyelimuti Palembang

Wandayantolis menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Palembang masih dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan wilayah sekitarnya.

Pergerakan angin yang mengarah ke barat laut turut memengaruhi perpindahan asap dari kawasan kebakaran menuju Palembang. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara kembali memburuk meskipun sehari sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat.

“Iya masih dari wilayah OKI dan sekitarnya. Diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” katanya.

Pantauan di sejumlah titik Kota Palembang menunjukkan kabut asap kembali terlihat, meski ketebalannya tidak merata. Jarak pandang di beberapa ruas jalan terbatas dan bau asap masih tercium.

Jati Purwanti, warga Tanjung Barangan mengaku kembali merasakan gangguan akibat kabut asap saat berangkat bekerja sekitar pukul 06.30 WIB.

“Sudah pakai masker masih terasa pengap dan baunya menyengat. Penglihatan juga cukup kabur karena kabut asap menutupi jalan,” ujarnya.

Menurut Jati, kondisi pada Selasa pagi berbeda dibandingkan sehari sebelumnya ketika langit terlihat lebih cerah dan kabut asap berkurang.

“Kemarin sempat cerah, langit juga terlihat lebih jelas karena kabut asap berkurang, tapi hari ini kabut asap pekat lagi. Harapannya, pemerintah cepat bertindak lagi mengatasi kabut asap,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Palembang Sediakan Ruang Aman Asap di Titik Rawan Karhutla

19 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Tak Boleh Tertinggal saat PJJ: Siswa Desil 1 di 1 Ulu Palembang Dipinjami Laptop dan Kuota

19 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Karhutla Sumsel Belum Reda, 94 Hektare Lahan Masih Terbakar dan Hotspot Tembus 1.111 Titik

19 Oktober 2026 - 17:11 WIB

7,2 Ton Dry Ice Disemai di Langit Sumsel untuk Urai Kabut Asap

19 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal Korupsi e-Katalog Disdikbud Muara Enim: Dua Petinggi PT MSA Dituntut 2 Tahun Penjara

19 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Trending di Headline