PALEMBANG — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Selatan menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan bertema sosialisasi pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syari’ati di Joglo DPW PKB Sumsel, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Sumsel Prof. Dr. H. Ahmad Zainuri, M.Pd.I., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Febrian, S.H., M.Si., serta praktisi hukum Dr. Hendra Sudrajat, S.H., M.H.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPW PKB Sumsel, mulai dari Ketua Nasrul Halim, Sekretaris Sutami, hingga Bendahara Zarkasih. Turut hadir pula pengurus DPC, badan otonom partai, serta perwakilan mahasiswa.
Ketua DPW PKB Sumsel, Nasrul Halim, menegaskan pentingnya mengejawantahkan pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Syari’ati dalam kehidupan berbangsa, bernegara, serta di tengah kehidupan sosial.
”Pemikiran Tjokroaminoto bertujuan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dengan mengikis kesenjangan sosial dan ketidakadilan. Gagasan ini sangat relevan untuk diimplementasikan dalam sistem pemerintahan,” tegas Anggota DPRD Sumsel tersebut.
Nasrul pun menginstruksikan seluruh kader dan pengurus partai untuk aktif mengedukasi serta membagikan pemikiran kedua tokoh bangsa tersebut kepada keluarga dan masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Ahmad Zainuri menyoroti ketimpangan sosial yang masih marak terjadi di lapangan, seperti tindakan kekerasan yang menimpa para Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.
”Gagasan para tokoh ini hadir sebagai sarana edukasi agar praktik penindasan dan ketimpangan tidak berulang di masa depan. Generasi muda harus memupuk semangat perubahan demi meraih kehidupan yang lebih layak,” ujar Ahmad Zainuri.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan masa muda secara produktif.
“Teruslah belajar dan bangun kemandirian. Isi waktu dengan kegiatan positif serta aktif berorganisasi karena pengalaman tersebut akan menjadi modal berharga bagi masa depan Anda,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Febrian menyoroti peran strategis partai politik dalam penegakan hukum dan konsolidasi konstitusi.
”PKB harus konsisten menjalankan fungsi politik penegasan agar tidak ada praktik tebang pilih dalam penegakan hukum di Indonesia. Pegang teguh Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan hindari tindakan yang bertentangan dengan konstitusi,” jelas Prof. Febrian.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga basis massa di tingkat bawah. “PKB wajib merawat konstituen di tingkat akar rumput karena mereka merupakan pemilih militan yang tidak mudah tergoyahkan oleh partai lain. Selama ini, PKB terbukti menjadi salah satu partai yang tegas dan berkomitmen dalam menentukan sikap politiknya,” pungkasnya.









