Belum Beroperasi, Tol di Sumsel Sudah Diblokade Warga

0
Foto : Sripoku.com

Urban ID - Jaan tol ruas Kayuagung- Pematang Panggang diblokade, terdapat tulisan dilarang melakukan aktifitas di atas lahan ini, dikarenakan lahan ini masih dalam sengketa di Pengadilan Negeri Kayu Agung dengan nomor perkara “06/PAT-G/2019/PN KAG.
Pete Subur salah satu warga yang melakukan blokade mengatakan pihaknya melakukan aksi protes karena hak mereka belum dibayarkan hingga saat ini. Maka dari itu pihaknya berinisiatif melarang kendaraan apapun yang melintas, bahkan pihaknya berjaga selama 24 jam penuh.

Sambil mendirikan tenda dadakan seadanya, belasan warga ini memblokade lajur A jalan tol dengan menggunakan sejumlah kayu gelam dan papan. Menurut warga di sini, negosiasi pergantian lahan tersebut sudah berlangsung lama dan alot. Terlebih, warga mengklaim sering ditipu oleh pihak terkait untuk penyelesaian masalah lahan itu.
Bahkan, pihak kontraktor sempat mengingkari janji dengan terus melanjutkan pembangunan di lahan mereka yang belum bebas. Padahal, sesuai perjanjian awal apabila lahan belum diselesaikan maka tak boleh ada aktifitas pembangunan.
Akan tetapi, ketika warga tak ada di lokasi para kontraktor melakukan pembangunan bahkan membawa aparat sehingga membuat warga tak bisa berbuat banyak. “Kalau sudah jalan buntu dua lajur ini akan kami tutup. Apapun resikonya kami tetap pertahankan lahan kami,” tegas Subur.
Anwar Sadar, pemilik lahan lainnya menambahkan lahan diperjuangkan tersebut sudah mereka tempati sejak tahun 70-an. Lahan ini menurutnya pertama kali ditempati oleh nenek-nenek mereka terlebih dahulu dan dilanjutkan hingga turun-temurun.

“Surat kami jelas bukan asal-asalan. Tanah kami sudah sampai SPH,” jelas Anwar. Anwar pun mengaku heran kenapa persil lahan mereka tak diganti rugi, padahal lahan sebelumnya 10,5 hektare sudah dilakukan ganti rugi.

Pimpinan Proyek Tol Pematang Panggang – Kayu agung, Fahrudin Haryanto membenarkan adanya aksi blokade oleh sekelompok warga yang menuntut ganti rugi lahan sejak beberapa waktu belakangan.
Kontraktor pun terpaksa melewati terlebih dahulu pekerjaan di lahan yang di blokade tersebut dan mengerjakan pekerjaan lainnya.

Ia menegaskan, aksi blokade tersebut tak akan menganggu aktifitas arus mudik lebaran nanti. Pihaknya bakal melakukan beberapa kesepakatan kepada warga hingga menyerahkan permasalahan kepada pihak berwajib, apabila tak ditemukan titik ketemu antar kedua belah pihak.

“Aksi mereka cukup menggangu aktifitas pengerjaan fisik, tetapi saya pastikan para pemudik bisa melewati tol pada arus mudik nanti,” tegas Fahrudin.
Fahrudin mengaku heran dengan aksi yang dilakukan oleh Subur dan kawan-kawan, sebab selama masa pembangunan lahan tersebut dinyatakan milik Pemda OKI, namun tiba-tiba sekelompok warga itu menyatakan diri sebagai pemilik lahan.

Foto : Sripoku.com

Maka itu, permasalahan ini sudah diserahkan pihaknya ke pengadilan. Sehingga siapapun yang dinyatakan pengadilan memiliki lahan, maka yang bersangkutan berhak mengambil ganti rugi lahan yang sudah di letakkan oleh Hutama Karya ke Pengadilan. (eno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here