Menu

Mode Gelap

News

BPBD Sumsel Perkuat Strategi Hadapi Karhutla, Patroli Udara dan Water Bombing Dievaluasi

badge-check


BPBD Sumsel Perkuat Strategi Hadapi Karhutla, Patroli Udara dan Water Bombing Dievaluasi Perbesar

PALEMBANG – Memasuki periode rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan lebih efektif.

Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat evaluasi pengendalian karhutla yang digelar di Kantor BPBD Sumsel, Kamis (25/6/2026). Rapat dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Sumsel yang diwakili Kepala Bidang Penanganan Darurat, Sudirman, dan dihadiri sejumlah instansi terkait yang terlibat dalam pengendalian karhutla di Sumsel.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek penanganan karhutla menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan personel, efektivitas patroli udara, operasional helikopter water bombing, hingga strategi deteksi dini terhadap potensi titik panas yang mulai muncul di sejumlah wilayah.

Sudirman mengatakan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

“Koordinasi dan evaluasi menjadi bagian penting agar seluruh sumber daya yang ada dapat bergerak cepat ketika ditemukan potensi kebakaran di lapangan,” ujarnya.

Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya perwakilan BNPB, Lanud Sri Mulyono Herlambang, Dinas Kehutanan Sumsel, Stasiun Klimatologi BMKG Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, serta seluruh operator helikopter patroli dan water bombing yang bertugas di Sumsel.

Kehadiran operator penerbangan menjadi perhatian khusus mengingat dukungan udara masih menjadi salah satu instrumen utama dalam pengendalian karhutla, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

Selain mengevaluasi pelaksanaan patroli dan water bombing, peserta rapat juga membahas perkembangan kondisi cuaca dan potensi kerawanan kebakaran berdasarkan data terkini dari BMKG. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi dan penempatan sumber daya di wilayah yang dinilai berisiko tinggi.

BPBD Sumsel berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, instansi teknis, dan operator penerbangan dapat memperkuat respons cepat terhadap potensi karhutla sehingga kejadian kebakaran dapat ditekan sejak dini sebelum meluas.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat, Sumsel menargetkan penanganan karhutla tahun ini lebih optimal, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap yang kerap muncul saat musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Palembang Bakal Tata Ulang Kawasan di Bawah Jembatan Ampera

10 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Bukan Sekadar Konvoi, 600 Rider MAXi Yamaha Bawa Semangat Brotherhood dan Gerakkan Ekonomi Prabumulih

10 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Raksasa Emirates A380 Mendarat Perdana di Soetta, Pertamina Patra Niaga Tunjukkan Kesiapan Layanan Avtur Pesawat Berbadan Besar

10 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Pemkot Palembang Lepas Keberangkatan 60 Peserta Didik Sekolah Rakyat Menengah Atas ke OKI

9 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki yang Cedera di Gunung Dempo

9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Trending di News