Menu

Mode Gelap

News

BPBD Sumsel Ungkap 11 Wilayah Dilanda Karhutla, PALI dan Muara Enim Terbanyak

badge-check


Potret perjuangan memadamkan karhutla di Sumsel Foto: abp/Urban Id
Perbesar

Potret perjuangan memadamkan karhutla di Sumsel Foto: abp/Urban Id

PALEMBANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Sumatera Selatan memasuki pertengahan 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 63 kejadian karhutla terjadi di 11 kabupaten/kota sepanjang periode 1 Januari hingga 26 Mei 2026.

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak. Kondisi tersebut menjadi sinyal awal meningkatnya potensi kebakaran saat musim kemarau mulai berlangsung di sejumlah daerah rawan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, wilayah PALI mencatat 21 kejadian karhutla, sementara Muara Enim mencapai 12 kejadian.

“Di PALI ada 21 kejadian karhutla dan di Muara Enim 12 kejadian. Dua daerah ini paling banyak terjadi karhutla sejak Januari hingga 26 Mei 2026,” ujar Sudirman, Kamis (28/5/2026).

Di Kabupaten PALI, titik kebakaran tersebar di Kecamatan Abab dan Penukal masing-masing enam kejadian. Kemudian Talang Ubi lima kejadian, Tanah Abang tiga kejadian, serta Penukal Utara satu kejadian.

Sementara di Muara Enim, karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Lembak dan Gelumbang masing-masing tiga kejadian. Disusul Kelekar dan Rambang Niru masing-masing dua kejadian, serta Lubai dan Rambang masing-masing satu kejadian.

Selain dua wilayah tersebut, kejadian karhutla juga tercatat di Palembang sebanyak enam kejadian, Ogan Ilir dan Muratara masing-masing lima kejadian, Prabumulih empat kejadian, Musi Banyuasin dan OKU masing-masing tiga kejadian, Musi Rawas dua kejadian, serta Banyuasin dan OKI masing-masing satu kejadian.

Meski BPBD belum merinci total luasan lahan yang terbakar, indikasi sementara menunjukkan luas lahan terdampak mencapai ratusan hektare.

Menghadapi ancaman karhutla yang terus meningkat, pemerintah daerah mulai memperkuat langkah antisipasi. Hingga kini, lima daerah telah menetapkan status siaga karhutla yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim.

“Selain lima daerah itu, pemerintah provinsi juga sudah menaikkan status siaga dan melaksanakan apel kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan karhutla tahun ini,” jelas Sudirman.

BPBD Sumsel juga terus mendorong kabupaten/kota lain yang masuk kategori rawan agar segera meningkatkan status kewaspadaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat koordinasi penanganan di lapangan sebelum kebakaran meluas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Percepat Pengembangan Ekosistem SAF, Perkuat Kolaborasi Menuju Penerbangan Rendah Emisi

22 Juli 2026 - 17:06 WIB

Ratu Dewa Dukung Rencana Kegiatan Bakti Sosial yang akan Digelar GUIM

22 Juli 2026 - 16:31 WIB

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Pimpin Rapat Evaluasi Seluruh Kinerja Pejabat di Lingkup Pemkot Palembang

22 Juli 2026 - 16:26 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Pertagas Bekali Siswa SDN 71 Prabumulih Keterampilan Tanggap Bencana

22 Juli 2026 - 14:11 WIB

Kemenhut Gelar OMC di Sumsel Selama 12 Hari untuk Cegah Karhutla

22 Juli 2026 - 10:28 WIB

Trending di News